Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Perang Dingin Musk dan Trump: Dari Dukungan Besar Hingga Saling Serang
Trending Indonesia

Perang Dingin Musk dan Trump: Dari Dukungan Besar Hingga Saling Serang

GunawatiBy Gunawati02-07-2025 - 04.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Perang Dingin Musk dan Trump: Dari Dukungan Besar Hingga Saling Serang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan, perseteruan antara Elon Musk dan Donald Trump kembali memanas. Hubungan keduanya yang sempat harmonis saat Musk menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih dan Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) selama 130 hari hingga 30 Mei lalu, kini berubah menjadi pertempuran kata-kata di media sosial.

Setelah mundur dari pemerintahan Trump, Musk secara terbuka mengkritik "One Big, Beautiful Bill Act", RUU belanja pemerintah yang diusulkan Trump. Musk menyebutnya sebagai "kekejian yang menjijikkan" melalui platform X. Puncaknya, Musk bahkan merespon unggahan yang menyarankan pemakzulan Trump dengan kata "Ya," sebuah pernyataan yang bertolak belakang dengan dukungannya sebelumnya terhadap Trump. Musk, yang pernah menyumbangkan hampir US$ 300 juta untuk kampanye Trump pada Pilpres 2024, bahkan sempat menyatakan kekagumannya pada Trump pada Februari lalu.

Perang Dingin Musk dan Trump: Dari Dukungan Besar Hingga Saling Serang
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Namun, lima hari kemudian, Musk menyatakan penyesalan atas kritiknya terhadap Trump. Pernyataan penyesalan ini disambut baik oleh Trump dan Gedung Putih. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan apresiasi atas pernyataan Musk tersebut, dan menegaskan tidak ada upaya untuk mengakhiri kontrak pemerintah AS dengan perusahaan-perusahaan milik Musk.

Tensi kembali meningkat ketika Trump mengancam akan memulangkan Musk ke Afrika Selatan jika subsidi federal AS untuk kendaraan listrik dikurangi. Trump berpendapat bahwa Musk sangat bergantung pada subsidi pemerintah. Musk membalas dengan mengkritik keras RUU "Big Beautiful Bill" yang menurutnya akan sangat merugikan sektor energi bersih dan kendaraan listrik, menyebutnya sebagai "bunuh diri politik" bagi Partai Republik. Trump membalas dengan menyindir Musk dan perusahaannya, Tesla dan SpaceX, serta mempertanyakan efisiensi pengeluaran pemerintah. Perang komentar di media sosial ini menunjukkan bahwa perselisihan antara dua tokoh berpengaruh ini masih jauh dari selesai.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Perintah Mengejutkan Trump Guncang Timur Tengah

17-04-2026 - 23.15

Terungkap Peran AS di Selat Hormuz

17-04-2026 - 23.00

Hormuz Terbuka Trump Tetap Kunci Iran

17-04-2026 - 21.45

Washington Kirim Sinyal Bahaya untuk Teheran

17-04-2026 - 21.30

Amerika Panggil Raksasa Otomotif untuk Produksi Senjata

17-04-2026 - 21.15

Iran Bikin Geger Dunia

17-04-2026 - 21.00
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.