Internationalmedia.co.id – News – Pyongyang, Korea Utara. Sebuah langkah politik signifikan baru-baru ini terjadi di Korea Utara, mengukuhkan posisi salah satu tokoh paling berpengaruh di balik layar kepemimpinan Kim Jong Un. Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin tertinggi Korut, telah menerima promosi jabatan strategis dalam struktur Partai Buruh Korea, sebuah peristiwa yang disebut-sebut jarang terjadi dalam sejarah kongres partai.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Komite Pusat Partai Buruh menunjuk Kim Yo Jong dari sebelumnya wakil direktur departemen menjadi direktur departemen penuh. Promosi ini, yang diumumkan pada Selasa (24/2/2026), menempatkannya pada posisi yang lebih sentral dalam pengambilan keputusan partai, menandakan peningkatan signifikan dalam pengaruhnya.

Ribuan delegasi dan elit partai membanjiri ibu kota Pyongyang untuk menghadiri pertemuan puncak Partai Buruh yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Kongres ini berfungsi sebagai forum utama untuk mengarahkan kebijakan negara, mulai dari diplomasi internasional hingga perencanaan pertahanan. Lebih dari itu, kongres ini menawarkan pandangan langka ke dalam dinamika politik Korea Utara yang tertutup rapat, sekaligus menjadi panggung bagi Kim Jong Un untuk menegaskan kembali cengkeramannya pada kekuasaan.
Selama bertahun-tahun, Kim Yo Jong telah dikenal luas sebagai salah satu tangan kanan terpercaya kakaknya. Kehadirannya yang konsisten di samping Kim Jong Un dalam berbagai acara kenegaraan dan pertemuan penting telah menegaskan posisinya sebagai salah satu wanita paling berkuasa dan berpengaruh dalam rezim Pyongyang.
Profil Tokoh Penting
Lahir pada akhir tahun 1980-an, Kim Yo Jong adalah putri dari mendiang Kim Jong Il dan penari Ko Yong Hui. Bersama kakaknya, ia menempuh pendidikan di Swiss, sebuah pengalaman yang membentuk ikatan kuat di antara mereka. Setelah Kim Jong Il wafat pada tahun 2011 dan Kim Jong Un mewarisi kekuasaan, karier politik Kim Yo Jong meroket dengan cepat.
Ia pernah menjadi sorotan dunia ketika mengunjungi Korea Selatan untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang pada tahun 2018, sebuah momen penting dalam periode rekonsiliasi antar-Korea. Selain itu, namanya sering digunakan oleh Pyongyang untuk merilis pernyataan resmi, baik untuk menguraikan posisi negara maupun melancarkan kritik tajam terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat, menunjukkan perannya sebagai juru bicara tidak resmi yang sangat dipercaya.
Kenaikan pangkat ini semakin memperkuat spekulasi mengenai peran sentral Kim Yo Jong dalam suksesi kekuasaan di masa depan atau sebagai penasihat utama yang tak tergantikan bagi kakaknya, Kim Jong Un. Simak juga video terkait di internationalmedia.co.id.

