Internationalmedia.co.id – News – Sebuah langkah diplomatik dan militer yang signifikan terungkap, di mana Indonesia secara resmi mengukuhkan komitmennya untuk mengambil peran sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang baru dibentuk di Gaza. Keputusan penting ini diumumkan dalam rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), sebuah badan yang dibentuk untuk mengawal perdamaian di wilayah tersebut. Bersamaan dengan itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan 8.000 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mendukung misi vital ini.
Mayor Jenderal Jasper Jeffers, yang menjabat sebagai Komandan ISF, secara langsung menegaskan penerimaan Indonesia atas posisi penting tersebut. "Saya telah menawarkan dan Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF," kata Jeffers, seperti dilansir AFP pada Jumat (20/2/2026).

Jeffers menjelaskan bahwa kehadiran ISF di Gaza memiliki tujuan utama untuk menciptakan keamanan yang dibutuhkan dan mewujudkan perdamaian yang langgeng. "Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," tambahnya. Fokus utama ISF adalah menciptakan stabilitas di Gaza, membuka jalan bagi berjalannya kembali pemerintahan sipil yang efektif. Mandat ISF secara spesifik mencakup pengawasan gencatan senjata dan menjaga stabilitas keamanan, dengan penekanan pada non-konfrontasi.
Pembentukan International Stabilization Force (ISF) sendiri merupakan amanat dari Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang disahkan pada 17 November 2025. Resolusi ini menjadi landasan bagi "Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza," sekaligus menyambut pembentukan Board of Peace (BoP) dan memberikan wewenang kepada BoP untuk membentuk ISF sementara di Gaza. Menurut resolusi tersebut, ISF akan beroperasi di bawah naungan Dewan Perdamaian (BoP), dengan kontribusi pasukan dari negara-negara anggota yang berpartisipasi. Mandat ISF juga mencakup kerja sama erat dengan Israel dan Mesir, tanpa mengesampingkan kesepakatan yang telah ada, serta berkolaborasi dengan pasukan polisi Palestina yang baru dilatih dan terverifikasi.
Indonesia Siapkan 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Gaza
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan mengirimkan 8.000 pasukan TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun waktu 1-2 bulan ke depan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Dewan Perdamaian (KTT BoP) perdana di Washington DC, Amerika Serikat, pada Kamis (19/2) siang waktu setempat, seperti dilaporkan kantor berita Antara pada Jumat (20/2/2026).
Ribuan prajurit TNI tersebut akan bertugas bersama Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), yang anggotanya merupakan gabungan dari negara-negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza. Prabowo juga mengisyaratkan kemungkinan pengiriman tim pendahulu (advance team) yang akan berangkat lebih dulu ke Gaza untuk mempersiapkan kedatangan pasukan utama.
Dalam KTT Board of Peace perdana yang diselenggarakan di Donald J Trump Institute of Peace, Washington DC, Prabowo menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia. "Gencatan senjata (di Gaza) merupakan capaian yang riil terjadi. Kami memuji capaian ini dan untuk itu kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi mengirimkan prajurit kami dalam jumlah yang signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan," tegas Prabowo saat berbicara di hadapan para delegasi KTT Board of Peace.
Keterlibatan Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF dan pengiriman ribuan prajurit TNI ini menandai babak baru dalam upaya global untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Gaza, dengan Indonesia mengambil peran sentral dalam misi kemanusiaan dan keamanan internasional ini.

