Amarah warga Brasil meledak. Internationalmedia.co.id melaporkan, aksi pembakaran patung Presiden Amerika Serikat Donald Trump terjadi di beberapa kota di Brasil. Protes ini merupakan reaksi keras atas kebijakan tarif perdagangan AS yang dinilai diskriminatif.
Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (1/8) lalu, Brasilia, Sao Paulo, dan Rio de Janeiro menjadi saksi bisu kemarahan warga. Meskipun jumlah demonstran tidak terlalu banyak, aksi ini merepresentasikan sentimen luas publik Brasil atas keputusan Trump menaikkan tarif impor barang Brasil hingga 50 persen. Tak hanya itu, Trump juga menjatuhkan sanksi kepada seorang hakim tinggi Brasil.

Trump terang-terangan mengakui bahwa hukuman tersebut ditujukan kepada Brasil karena sedang mengadili mantan Presiden Jair Bolsonaro, sekutu politiknya. Bolsonaro sendiri saat ini tengah menghadapi proses hukum atas tuduhan perencanaan kudeta pasca kekalahannya di pemilihan presiden 2022. Insiden penyerbuan gedung kongres Brasil oleh pendukung Bolsonaro pada Januari 2023, yang mirip dengan penyerbuan Gedung Capitol AS, turut menjadi sorotan. Bukti bahkan mengarah pada dugaan rencana pembunuhan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva dan beberapa pejabat lainnya oleh para pendukung Bolsonaro.
Trump menyebut persidangan Bolsonaro sebagai "perburuan penyihir" dan sebagai balasan, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada Hakim Agung Alexandre de Moraes. Puncaknya, Trump meneken perintah eksekutif yang memberlakukan tarif 50 persen terhadap impor dari Brasil, dengan alasan "persekusi bermotif politik" terhadap Bolsonaro. Tarif tersebut akan berlaku efektif 6 Agustus mendatang.
Ketegangan antara Trump dan Lula, yang menyebut Trump sebagai "kaisar yang tidak diinginkan," semakin memanas. Pemerintah Brasil mengecam keras sanksi AS dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Lula menyatakan kesediaan Brasil untuk bernegosiasi soal perdagangan, namun menegaskan akan membela hak-hak negaranya. Pernyataan ini mengindikasikan potensi aksi balasan dari Brasil, yang direspons Trump dengan ancaman akan mengambil tindakan lebih lanjut jika Brasil berani membalas.
