Internationalmedia.co.id – News – Kisah pilu menyelimuti insiden tenggelamnya kapal KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Salah satu korban, Guntur Aji Pangestu (27), warga Solo, Jawa Tengah, ternyata sempat menjalin komunikasi terakhir dengan keluarganya sebelum tragedi itu terjadi. Saudara kembarnya, Guruh Aji Pangestu (27), kini mengungkap detail percakapan dan aktivitas digital Guntur yang menjadi kenangan terakhir.
Guruh menceritakan, komunikasi terakhirnya dengan Guntur terjadi pada 10 September, sekitar dua hari sebelum Guntur naik kapal nahas tersebut. "Ya kita teleponan biasa, istilahnya nanya-nanyain kabar, gitu aja," ujar Guruh, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Rabu (16/9). Setelah panggilan telepon itu, Guruh tidak lagi berbicara langsung dengan saudara kembarnya.

Tak hanya itu, Guruh juga masih mengingat betul aktivitas Guntur di aplikasi pesan WhatsApp menjelang keberangkatannya. Sehari sebelum kapal mengalami musibah, Guntur sempat membuat status WhatsApp yang menunjukkan dirinya kelelahan dan hanya ingin tidur. Sebuah pesan singkat yang kini menyimpan makna mendalam bagi keluarga.
Di kesempatan berbeda, kakak kedua Guntur, Pandu Priambodo, menambahkan bahwa komunikasi terakhir Guntur dengan keluarga terjadi pada Sabtu malam, saat Guntur menghubungi ibunya. Panggilan itu dimungkinkan setelah Guntur berhasil mendapatkan sinyal di kapal, memberikan sedikit kelegaan sesaat sebelum musibah.
Dari informasi yang diterima keluarga, Guntur berada di dalam kamar kapal ketika insiden terbaliknya KM Virgo terjadi. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah penumpang yang berhasil selamat karena berada di area dek atau lobi, yang memungkinkan mereka untuk lebih mudah menyelamatkan diri. "Infonya di kamar. Yang lolos, yang selamat itu di dek, di lobi. Infonya kan enggak bisa lari," terang Pandu, menggambarkan betapa sulitnya posisi Guntur saat itu dalam situasi darurat.
