Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan rencana perang baru yang mengejutkan dalam rapat kabinetnya. Informasi yang dilansir AFP pada Selasa (5/8/2025) ini menyebutkan Netanyahu menginstruksikan militer untuk mencapai tiga tujuan perang yang telah ditetapkan. Media lokal Israel, seperti Channel 12 dan Jerusalem Post, mengutip sumber di rapat tersebut yang menyebut "strategi baru" itu melibatkan pendudukan kembali seluruh wilayah Gaza, termasuk daerah di Kota Gaza yang diduga menjadi tempat penyanderaan.
Rencana ini langsung menuai kecaman keras dari Kementerian Luar Negeri Palestina yang mendesak campur tangan internasional untuk mencegah pendudukan militer tersebut. Netanyahu sendiri tengah menghadapi tekanan domestik dan internasional yang semakin besar untuk membebaskan sandera dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang dilanda krisis kelaparan.

Dukungan AS dan Panama tak mampu meredam kritik terhadap Netanyahu. Israel bahkan akan menggelar pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas nasib para sandera. Sebelumnya, pada Senin (4/8), Netanyahu menegaskan kembali tiga tujuan perang Israel: menghancurkan musuh, membebaskan sandera, dan memastikan Gaza tak lagi menjadi ancaman bagi Israel. Pernyataan ini muncul setelah ratusan pensiunan pejabat keamanan Israel mengirim surat kepada Presiden AS Donald Trump, mendesaknya untuk menekan Netanyahu agar mengakhiri konflik. Langkah Netanyahu ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan konflik Israel-Palestina.

