Internationalmedia.co.id memberitakan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan perlunya "menuntaskan" kekalahan Hamas di Gaza untuk membebaskan seluruh sandera. Pernyataan tegas ini disampaikan beberapa hari sebelum rapat kabinet membahas rencana perang terbaru. Sumber-sumber media Israel, seperti yang dikutip internationalmedia.co.id, menyebutkan Netanyahu mempertimbangkan pendudukan total Gaza, meskipun tekanan internasional untuk mengakhiri konflik semakin meningkat.
Seorang pejabat senior PBB memperingatkan potensi konsekuensi bencana dari perluasan pertempuran, termasuk ancaman bagi nyawa sandera yang ditahan Hamas. Namun, Netanyahu tetap bersikukuh pada penuntasan konflik di Gaza. "Penting untuk menuntaskan kekalahan musuh di Gaza, membebaskan semua sandera, dan memastikan Gaza tak lagi menjadi ancaman bagi Israel," tegas Netanyahu saat mengunjungi fasilitas pelatihan militer.

Walau kantor Netanyahu menyatakan telah berlangsung diskusi keamanan tiga jam antara sang Perdana Menteri dan Panglima Militer Eyal Zamir, rincian rencana perang baru masih dirahasiakan. Kabinet keamanan dijadwalkan bersidang akhir pekan ini untuk membahas instruksi selanjutnya. Laporan dari lembaga penyiaran publik Kan menyebutkan keinginan Netanyahu untuk menaklukkan seluruh Jalur Gaza. Sumber internal kabinet bahkan mengklaim Netanyahu telah memutuskan untuk memperluas pertempuran ke wilayah-wilayah yang diduga menjadi tempat penahanan sandera.
Namun, beberapa media besar seperti Channel 12 menyiratkan bahwa wacana perluasan operasi ini mungkin hanya strategi negosiasi. Meskipun belum disetujui, rencana tersebut telah memicu reaksi keras dari Otoritas Palestina dan pemerintah Gaza pimpinan Hamas. Hamas sendiri bersikeras bahwa langkah tersebut tak akan mengubah posisi mereka dalam negosiasi gencatan senjata, dan menuntut penarikan seluruh pasukan Israel dari Gaza. "Bola ada di tangan (Israel) dan Amerika," ujar pejabat senior Hamas, Hossam Badran.
Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Miroslav Jenca, menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa perluasan perang akan berdampak bencana bagi jutaan warga Palestina dan mengancam nyawa sandera. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, juga berada di New York untuk menghadiri pertemuan Dewan Keamanan terkait penderitaan para sandera, menyusul beredarnya rekaman video yang menunjukkan kondisi sandera yang memprihatinkan.

