Internationalmedia.co.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan keras yang mengindikasikan eskalasi konflik yang berkelanjutan dengan kelompok Hamas dan Hizbullah. Netanyahu bersumpah bahwa Israel akan mengambil tindakan apapun yang diperlukan untuk menetralkan ancaman yang ditimbulkan oleh kedua organisasi tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel telah meningkatkan aktivitasnya di wilayah Lebanon, dengan mengklaim telah menyerang sejumlah lokasi yang terkait dengan infrastruktur militer Hizbullah. Sementara itu, di Gaza, situasi tetap tegang dengan kedua belah pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang rapuh yang telah berlaku sejak 10 Oktober.

"Kami terus menyerang terorisme di berbagai perbatasan," tegas Netanyahu saat membuka rapat kabinet. Ia secara khusus menyoroti serangan terhadap Hizbullah yang terjadi baru-baru ini, serta tuduhan bahwa Hamas telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
"Akhir pekan ini, IDF (militer Israel) menyerang Lebanon, dan kami akan terus melakukan segala yang diperlukan untuk mencegah Hizbullah membangun kembali kemampuan ancamannya terhadap kami," ujarnya. "Ini juga yang kami lakukan di Jalur Gaza. Sejak gencatan senjata, Hamas terus melanggarnya, dan kami bertindak sesuai dengan itu," imbuhnya.
Netanyahu juga menepis anggapan bahwa Israel memerlukan persetujuan dari pihak eksternal sebelum mengambil tindakan. Ia menegaskan bahwa Israel akan bertindak secara independen demi menjaga keamanannya sendiri. "Kami memutuskan secara independen dari faktor apa pun, dan memang seharusnya begitu. Israel bertanggung jawab atas keamanannya sendiri," tegasnya.
Militer Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet mengklaim bahwa serangan mereka di Gaza baru-baru ini berhasil "menghilangkan kepala pasokan dan peralatan di markas produksi Hamas". Alaa Haddadeh, yang disebut sebagai tokoh kunci dalam transfer senjata dari markas Hamas ke komandan batalion dan lapangan, menjadi salah satu target operasi tersebut.
Sebelumnya, militer Israel juga mengklaim telah berhasil melenyapkan petinggi Hizbullah, Haitham Ali Tabatabai, dalam serangan di Beirut, Lebanon. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan setidaknya lima orang tewas dan 28 lainnya luka-luka. Serangan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Netanyahu mengeluarkan sumpah untuk menyerang Hamas dan Hizbullah. Informasi ini dilansir dari internationalmedia.co.id.

