Internationalmedia.co.id – Israel kembali menyerahkan 15 jenazah warga Palestina ke Gaza, memicu kontroversi baru. Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, melaporkan bahwa beberapa jenazah tersebut menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, menambah ketegangan di wilayah tersebut.
Penyerahan jenazah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Sesuai kesepakatan, Israel menyerahkan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap jenazah warga Israel yang dikembalikan. Hamas sendiri telah menyerahkan jenazah sembilan warga Israel dan satu mahasiswa Nepal sejak gencatan senjata dimulai.

Namun, Kementerian Kesehatan Gaza mengklaim bahwa beberapa jenazah yang dikembalikan pada hari Sabtu (18/10) menunjukkan tanda-tanda "penganiayaan, pemukulan, pemborgolan, dan penutupan mata". Klaim serupa juga pernah dilontarkan terkait jenazah-jenazah yang dikembalikan sebelumnya. Jumlah total jenazah warga Palestina yang telah diserahkan Israel menjadi 135.
Menanggapi tuduhan tersebut, militer Israel membantah keras dan menyebutnya sebagai "propaganda palsu Hamas". Mereka menegaskan bahwa semua jenazah yang dikembalikan adalah jenazah pejuang dari Jalur Gaza.
Klaim yang saling bertentangan ini semakin memperkeruh suasana dan menambah keraguan terhadap proses gencatan senjata yang sedang berlangsung. Situasi ini menyoroti betapa rapuhnya perdamaian di wilayah tersebut dan betapa sulitnya mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak. Perkembangan ini tentu akan terus dipantau oleh komunitas internasional.
