Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan dan kelancaran operasional sektor transportasi menjadi prioritas utama pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa sejumlah fasilitas vital transportasi di wilayah tersebut mengalami dampak serius.
Dalam keterangannya pada Sabtu lalu, Menhub Dudy menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Ia segera menginstruksikan seluruh unit kerja terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur transportasi, mulai dari pelabuhan, terminal, hingga bandara. Tujuannya jelas: memastikan semua sarana dan prasarana dalam kondisi aman demi keselamatan penumpang dan petugas.

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Perhubungan, gempa M 7 ini menyisakan jejak kerusakan pada beberapa fasilitas penting. Di Pelabuhan Laurentius Say, dermaga dan bangunan ruang tunggu dilaporkan ambruk. Ironisnya, saat kejadian, KM Bukit Siguntang tengah bersandar di lokasi tersebut. Sementara itu, Pelabuhan Reo juga tak luput dari kerusakan, dengan bagian kantor dan terminal mengalami dampak signifikan.
Kerusakan yang lebih ringan namun tetap mengganggu operasional terlihat di Pelabuhan Nangakeo, di mana plafon runtuh dan tembok retak, menyebabkan layanan perintis terpaksa dihentikan sementara. Tak hanya itu, Bandara Komodo, gerbang udara utama di kawasan tersebut, juga mengalami kerusakan pada Gedung PKP-PK, terminal sisi darat, gedung administrasi, serta kerusakan minor pada fillet Taxiway A di sisi udara. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari seluruh insiden ini.
Meskipun demikian, Menhub Dudy memastikan bahwa Bandara Komodo tetap beroperasi secara normal, meski dengan pembatasan tertentu untuk menjamin keamanan. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan bagi jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di NTT dan sekitarnya. Mereka diminta untuk terus menjalin komunikasi erat dengan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta operator transportasi guna memantau kondisi lapangan dan meningkatkan kewaspadaan.
Menhub Dudy juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan selalu mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas, terutama di wilayah terdampak, meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut. Ia mengingatkan pentingnya hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG dan mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah termakan berita yang belum terverifikasi. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menyampaikan informasi terkini secara berkala mengenai kondisi sarana dan prasarana yang terdampak.
Pemerintah melalui Kemenhub akan terus memantau dan memastikan layanan transportasi dapat kembali berjalan optimal dengan standar keselamatan tertinggi. "Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala," pungkas Dudy.
