Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya buka suara terkait spekulasi seputar kesehatannya yang menjadi sorotan publik. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Trump mengklaim ‘kesehatan saya sempurna’ meskipun memar misterius sering terlihat di tangannya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang diterbitkan Kamis (2/1/2026), di mana ia juga memberikan klarifikasi mengenai beberapa insiden yang memicu pertanyaan.
Menanggapi memar yang kerap muncul di tangan kanannya, Trump menuding konsumsi aspirin harian sebagai penyebabnya. Ia menjelaskan bahwa aspirin berfungsi mengencerkan darahnya, sebuah tindakan pencegahan yang ia sebut penting. "Saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," ujarnya kepada Journal. Politikus Republik itu menambahkan, memar juga bisa terjadi ketika tangannya ‘terbentur’, bahkan menyebut insiden saat Jaksa Agung AS, Pam Bondi, tak sengaja memukul punggung tangannya dengan cincin saat tos.

Sebelumnya, Trump pernah menyebut menjalani pemindaian MRI pada Oktober lalu, namun kini ia mengoreksi bahwa prosedur tersebut sebenarnya adalah pemindaian CT. Ia menjelaskan bahwa pemindaian CT jauh lebih cepat dan dilakukan untuk mengetahui masalah kardiovaskular. Dokter pribadinya, Sean Barbabella, juga mengonfirmasi kepada surat kabar tersebut bahwa pemindaian CT memang dilakukan, bukan MRI.
Selain itu, Trump juga menepis tudingan bahwa ia tertidur di depan umum, termasuk saat pertemuan di Ruang Oval pada November yang disiarkan televisi. Ia mengklaim momen-momen tersebut hanyalah bentuk relaksasi. "Saya tidak pernah menjadi orang yang banyak tidur. Saya akan menutupnya saja. Itu sangat menenangkan bagi saya," kata Trump. Ia menambahkan, terkadang kamera menangkapnya saat berkedip, menciptakan kesan seolah-olah ia tertidur.
Isu kesehatan ini menjadi sensitif secara politik, mengingat Trump kerap menggambarkan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, sebagai ‘tukang ngantuk’. Trump sendiri, yang dilantik pada usia 79 tahun menjadikannya presiden tertua AS, telah membangun citra politiknya dengan menampilkan semangat dan vitalitas. Namun, tahun pertama masa jabatan keduanya telah menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama dengan gaya hidupnya yang jarang berolahraga selain bermain golf, serta pengakuannya yang terang-terangan menyukai makanan cepat saji tinggi lemak dan natrium.
Meskipun demikian, Trump menyatakan frustrasi dengan pengawasan ketat terhadap kesehatannya, bersikeras bahwa ‘kesehatan saya sempurna’. Namun, dengan memar yang terus-menerus di tangan kanannya, yang sering ditutupi riasan atau perban, serta pergelangan kakinya yang tampak bengkak, pengawasan publik terhadap kondisi fisik Presiden AS ini tampaknya akan terus berlanjut.
