Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Mengapa Korea Selatan Mendadak Panik Kantong Sampah
Trending Indonesia

Mengapa Korea Selatan Mendadak Panik Kantong Sampah

GunawatiBy Gunawati01-04-2026 - 16.30Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Mengapa Korea Selatan Mendadak Panik Kantong Sampah
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Sebuah fenomena tak terduga melanda Korea Selatan baru-baru ini, memicu gelombang "panic buying" yang belum pernah terjadi sebelumnya. Warga negara ginseng itu mendadak memborong kantong sampah plastik, menyebabkan lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat di berbagai toko. Kekhawatiran akan kelangkaan nafta, bahan baku utama plastik, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah menjadi pemicu utama di balik aksi penimbunan ini.

Menurut laporan dari The Korea Times, data yang dirilis oleh jaringan toko serba ada (toserba) terkemuka pada Rabu (26/3) menunjukkan angka yang mencengangkan. CU melaporkan bahwa penjualan kantong sampah makanan melonjak 153,3 persen dalam sepekan terakhir dibandingkan minggu sebelumnya. Angka yang lebih fantastis tercatat untuk kantong sampah biasa, yang meroket hingga 216,4 persen dalam periode yang sama.

Mengapa Korea Selatan Mendadak Panik Kantong Sampah
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi serupa juga terjadi di toserba GS25, dengan peningkatan penjualan kantong sampah makanan sebesar 182,7 persen dan kantong sampah biasa sebesar 234,5 persen. Gabungan penjualan di 7-Eleven dan Emart24 pun tak kalah signifikan, masing-masing naik 169 persen dan 177 persen, mengindikasikan pola pembelian yang masif di seluruh negeri.

Gejala penimbunan produk plastik ini mulai terdeteksi sejak pertengahan Maret. Pada periode tersebut, kecemasan di seluruh industri petrokimia global meningkat tajam terkait potensi gangguan pasokan minyak akibat penutupan Selat Hormuz. Gangguan ini secara langsung berpotensi memengaruhi ketersediaan nafta, komponen krusial dalam produksi plastik.

Meskipun pada awal bulan permintaan akan kantong sampah makanan dan kantong sampah biasa sebagian besar tetap stabil, penjualan mulai menunjukkan peningkatan dua digit yang signifikan sejak 15 Maret. Di CU, penjualan kantong sampah makanan naik 13,8 persen antara 15 hingga 21 Maret, sementara kantong sampah biasa naik 21,3 persen. GS25 mencatat peningkatan serupa, dengan penjualan kantong sampah makanan naik 20,6 persen dan kantong sampah biasa naik 9,0 persen.

Akibat dari aksi "panic buying" ini, kantong sampah berukuran 10 liter dan 20 liter, yang merupakan ukuran paling umum digunakan oleh rumah tangga, dilaporkan hampir ludes di pasaran. Beberapa toko hanya menyisakan kantong sampah berukuran 75 liter atau lebih besar. Untuk mengatasi penimbunan yang berlebihan, sejumlah toko bahkan mulai menerapkan pembatasan pembelian per individu atau mengurangi jumlah kantong yang dijual dalam setiap bundel.

Menanggapi keresahan publik yang meluas, Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan segera angkat bicara. Pihak kementerian memastikan bahwa tidak ada masalah dengan pasokan kantong sampah di seluruh negeri, dengan stok yang tersedia cukup untuk lebih dari tiga bulan. Pembatasan pembelian yang diberlakukan di toko-toko disebut sebagai langkah antisipatif semata untuk mencegah pembelian panik yang dipicu oleh kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah, bukan karena adanya masalah pasokan yang sebenarnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Mencekam Gaza 3 Anak Tewas dalam Serangan

23-04-2026 - 07.15

Al Aqsa Geger Bendera Israel Berkibar

23-04-2026 - 07.00

Lebanon Berduka Angka Korban Mengejutkan

23-04-2026 - 03.15

Terungkap Alasan Iran Kunci Selat Hormuz

23-04-2026 - 03.00

Trump dan Iran Tiga Hari Penentu

22-04-2026 - 23.00

Damai AS Iran Akankah Terwujud

22-04-2026 - 21.45
Leave A Reply Cancel Reply

Footer Logo - 48 Media Partners

MEDIA PARTNERS

bolasepak.co.id bolapedia.co.id tangerangsatu.co.id lahatsatu.com jp-news.id agroplus.co.id eranusantara.co suaramedia.id chapnews.id internationalmedia.co.id jabarpos.id lintaswarta.co.id bingkaiwarta.com belanegara.co fixmakassar.com infopali.co.id faktual.news 55tv.co.id wartakini.id

MORE MEDIA PARTNERS → SWIPE TO EXPLORE

cerita.co.id portalbatang.id madurapost.co.id redaksibengkulu.co.id mediaseruni.co.id kabartifa.id Haluannews.id Zonamerahnews.com thescreescore.com hustlerwords.com Lenterapos.com looksports.media porosinformasi.co.id sportszam.com politicanews.id
deteksinews.co.id esportivonews.com morninroutine.com Diyetekno.com Faseberita.id Thetimeseg.com Gangberita.com pamartanusantara.co.id bangkaterkini.id malutpost.id abcmarathinews.com himnewz.com cianews.co.id okes.co.id
Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.