Sebuah pemandangan tak terduga terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini. Rombongan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian tiba-tiba dihentikan oleh sejumlah ibu-ibu dan warga saat melintasi Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini menjadi momen krusial bagi Mendagri untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat yang terdampak gempa.
Tanpa ragu, para warga, khususnya kaum ibu, langsung mengerumuni kendaraan yang ditumpangi Tito Karnavian. Dengan nada penuh harap dan keprihatinan, mereka menyuarakan kondisi pilu pasca-gempa. "Pak, seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," ujar seorang warga sembari menunjuk puing-puing sisa kerusakan. Warga lain tak kalah lantang, "Ini keadaan air yang kami minum, Pak," imbuh mereka, menyoroti krisis air bersih yang melanda.

Melihat langsung realitas pahit yang dihadapi warga, Mendagri Tito Karnavian segera turun tangan. Ia mendengarkan setiap keluhan dengan saksama, mulai dari ketiadaan akses air bersih hingga kebutuhan logistik mendesak. Tito lantas memberikan jaminan bahwa ia akan meneruskan aspirasi tersebut kepada kementerian dan lembaga terkait. "Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," jelas Tito, menegaskan komitmen pemerintah untuk pendataan komprehensif.
Lebih lanjut, Mendagri memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang terdampak gempa. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), stimulus biaya perbaikan rumah akan disalurkan, dengan nominal bervariasi antara Rp15 juta hingga Rp70 juta, tergantung tingkat kerusakan. "Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," terangnya, memberikan harapan baru bagi korban.
Dalam kesempatan tersebut, Tito Karnavian juga sempat menanyakan kondisi aliran listrik di rumah-rumah warga. Ia menyatakan kesiapannya untuk meneruskan keluhan kepada Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) jika listrik masih padam. Namun, warga dengan lega menjawab, "Listrik hidup Pak sudah," menunjukkan satu masalah yang telah teratasi. Sebagai penutup interaksi yang menyentuh hati itu, Mendagri kemudian mencari Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Ia menitipkan bantuan tunai sebesar Rp50 juta untuk dibagikan secara merata kepada seluruh warga yang membutuhkan. "Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp 50 (juta), bagi-bagi ya," tutup Tito, mengakhiri pertemuan dengan gestur kepedulian yang nyata.
