Internationalmedia.co.id – News – Sebuah misteri baru menyelimuti Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, setelah penemuan sesosok mayat pria yang kini tengah menjadi fokus penyelidikan intensif. Jasad tersebut, yang telah dievakuasi dan diautopsi, sedang dalam proses pencocokan DNA dengan rombongan jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Anak Krakatau.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, dalam keterangannya di Pandeglang pada Senin (14/9), mengonfirmasi bahwa mayat tersebut telah berhasil dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu. "Dapat kami sampaikan bahwa mayat tersebut sudah dievakuasi dari Pulau Enggano menggunakan pesawat ke Polda Bengkulu dan hari ini sudah dilaksanakan autopsi," ujar Kombes Maruli, menjelaskan langkah awal penanganan.

Proses krusial saat ini adalah pencocokan DNA. Pihak kepolisian telah mengambil sampel DNA dari keluarga para jurnalis yang hilang dan kini menanti hasilnya. "Kita menunggu pencocokan DNA yang sudah diambil dari keluarga teman-teman yang hilang kontak. Kita akan melakukan pencocokan, kami mohon waktu untuk bisa menjelaskan setelah keluar tes DNA dari Polda Bengkulu," tambah Maruli, menekankan pentingnya hasil tes untuk mengungkap identitas mayat.
Berdasarkan koordinasi dengan Polda Bengkulu, mayat pria tersebut memiliki ciri-ciri fisik tertentu. Diperkirakan berusia di atas 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. Sayangnya, kondisi wajah mayat dilaporkan "sedikit hancur", meskipun warna kulitnya biasa.
Dalam upaya identifikasi, tim SAR sebelumnya menemukan beberapa objek seperti jaket pelampung (life jacket), galon, dan helm. Namun, Kombes Maruli menegaskan bahwa benda-benda tersebut dipastikan tidak terkait dengan rombongan kapal speedboat Arupadhatu yang ditumpangi oleh lima jurnalis, dua ABK, dan satu pemandu yang hilang. "Dari hasil benda objek yang ditemukan ini, kami telah melakukan pendalaman sudah mengkonfrontir dengan pemilik kapal sudah melakukan pencocokan dipastikan bahwa objek yang ditemukan ini, tidak berkaitan dengan teman-teman dari kapal speadboat Arupadhatu," jelasnya.
Penemuan mayat tanpa identitas, yang kemudian disebut Mr. X, pertama kali dilaporkan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano. Informasi ini diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore. internationalmedia.co.id Sumbagsel sebelumnya melaporkan detail penemuan ini.
Humas Basarnas Bengkulu, Mega Silva, membenarkan laporan tersebut. "Basarnas Bengkulu menerima informasi penemuan mayat tanpa identitas di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu sore," ungkap Mega Silva, mengonfirmasi peran Basarnas dalam menindaklanjuti laporan dari masyarakat.
