Berita mengejutkan datang dari Korea Selatan. Internationalmedia.co.id melaporkan Presiden Lee Jae Myung menunjuk seorang masinis kereta api, Kim Young Hoon, sebagai calon Menteri Tenaga Kerja. Penunjukan ini terbilang unik, mengingat Kim sedang bertugas mengoperasikan kereta api rute Gimcheon-Busan saat pengumuman resmi disampaikan.
Pria 57 tahun itu mengaku baru mengetahui pencalonannya sejam setelah berita tersebut menyebar luas. Ia baru menyadari hal tersebut setelah menyelesaikan shift kerjanya dan turun dari kereta di Gimcheon, Provinsi Gyeongsang Utara. Informasi tersebut didapatnya dari rekan-rekannya.

Penunjukan Kim menandai sejarah baru di Korea Selatan. Ia menjadi pekerja kerah biru pertama yang akan memimpin Kementerian Ketenagakerjaan dan Perburuhan. Langkah Presiden Lee ini menuai beragam reaksi, mulai dari pujian hingga skeptisisme. Perdebatan pun muncul mengenai representasi buruh di level pengambilan kebijakan tertinggi.
Kim bukanlah orang baru di dunia aktivisme buruh. Ia memiliki pengalaman satu dekade, termasuk memimpin Konfederasi Serikat Buruh Korea (KCTU), serikat buruh terbesar di negara tersebut, dari tahun 2010 hingga 2012. KCTU dikenal vokal dan sering berselisih dengan pemerintah konservatif, melakukan aksi mogok dan protes untuk memperjuangkan hak-hak buruh.
Sebelum resmi menjabat, Kim harus melalui sidang konfirmasi di parlemen. Ia juga mencetak sejarah sebagai anggota KCTU pertama yang dicalonkan untuk posisi tersebut. Sebelumnya, posisi Menteri Ketenagakerjaan dan Perburuhan biasanya diisi oleh pejabat pemerintah, akademisi, atau legislator.
Pihak kepresidenan menjelaskan penunjukan Kim sebagai representasi kaum buruh. Mereka berharap Kim dapat memperkuat hak-hak buruh dengan menangani isu-isu krusial seperti kecelakaan industri, dan sistem kerja 4,5 hari seminggu.
