Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Mantan Presiden AS Ingin Kuasai Gaza? Hamas Murka!
Trending Indonesia

Mantan Presiden AS Ingin Kuasai Gaza? Hamas Murka!

GunawatiBy Gunawati16-05-2025 - 12.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Mantan Presiden AS Ingin Kuasai Gaza? Hamas Murka!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump menginginkan AS mengambil alih Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "zona kebebasan". Pernyataan ini langsung memicu kemarahan kelompok Hamas.

Basem Naim, pejabat senior Hamas, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana Trump tersebut. "Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Palestina – bukan properti yang dijual di pasar bebas," tegas Naim dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari AFP. Ia menambahkan, Hamas berkomitmen teguh pada tanah air dan tujuan nasionalnya, siap berkorban demi mempertahankan tanah air dan masa depan rakyat Palestina.

Mantan Presiden AS Ingin Kuasai Gaza? Hamas Murka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Trump saat kunjungan kenegaraan ke Qatar, sebagai bagian dari rangkaian kunjungannya di Timur Tengah. "Saya punya konsep bagus untuk Gaza, menjadikannya zona kebebasan, dengan AS terlibat," kata Trump. Ia bahkan menyatakan bangga jika AS mengambil alih dan menjadikan Gaza sebagai zona kebebasan, tanpa menjelaskan detail rencana tersebut.

Pernyataan ini mengingatkan pada kontroversi sebelumnya. Pada Februari lalu, Trump juga mengusulkan agar AS mengambil alih Gaza, memindahkan penduduknya, dan mengubahnya menjadi resor pantai. Trump bahkan mengusulkan relokasi 2,3 juta penduduk Gaza ke Mesir atau Yordania, dengan klaim mereka akan hidup lebih baik. Usulan ini langsung menuai kecaman keras dari warga Palestina yang menganggapnya sebagai penghinaan terhadap hak dan sejarah mereka di Gaza. Kini, pernyataan terbaru Trump kembali memicu ketegangan dan menambah daftar panjang kontroversi yang pernah ia buat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.