Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Macron Tolak Serangan ke Iran: Benarkah Lebih Bahaya?
Trending Indonesia

Macron Tolak Serangan ke Iran: Benarkah Lebih Bahaya?

GunawatiBy Gunawati18-06-2025 - 12.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Macron Tolak Serangan ke Iran: Benarkah Lebih Bahaya?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan perbedaan pendapat yang tajam antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Iran. Berbeda dengan Trump yang menggemakan seruan "penyerahan tanpa syarat" dan peningkatan ancaman militer, Macron tegas menolak aksi militer yang bertujuan menggulingkan rezim Iran. Pernyataan Macron ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran.

Menurut laporan internationalmedia.co.id yang mengutip Reuters dan Al Arabiya, Macron menyatakan penentangannya terhadap penggunaan kekuatan militer untuk perubahan rezim di Iran. Ia memperingatkan potensi kekacauan yang akan ditimbulkan. "Kami tidak menginginkan Iran memiliki senjata nuklir," tegas Macron, "Namun, kesalahan terbesar adalah menggunakan serangan militer untuk mengubah rezim karena akan terjadi kekacauan, dan tanggung jawab kami adalah kembali ke pembicaraan secepat mungkin agar dapat menetapkan kembali arah pada masalah nuklir dan balistik ini."

Macron Tolak Serangan ke Iran: Benarkah Lebih Bahaya?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Macron menekankan perlunya program nuklir Iran kembali diawasi secara internasional dan pengurangan persenjataan rudal balistiknya. Namun, ia secara eksplisit menolak serangan terhadap infrastruktur energi, warga sipil, dan segala bentuk tindakan militer yang berpotensi memicu perubahan rezim. Sikap ini bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang sebelumnya membandingkan situasi dengan penggulingan Saddam Hussein.

Mengomentari invasi Irak dan Libya, Macron mempertanyakan efektivitas intervensi militer tersebut. "Apakah ada yang berpikir bahwa apa yang dilakukan di Irak pada tahun 2003 adalah ide yang bagus? Apakah ada yang berpikir bahwa apa yang dilakukan di Libya pada dekade berikutnya adalah ide yang bagus? Tidak!" tegasnya. Ia menambahkan keprihatinannya terhadap negara-negara tetangga Iran seperti Irak dan Lebanon, menekankan perlunya stabilitas regional dan menghindari eskalasi konflik. Menurut Macron, yang dibutuhkan kawasan tersebut bukanlah kekacauan, melainkan solusi diplomatik.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.