Jakarta – Pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk lebih serius menangani pemulihan trauma psikologis masyarakat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Kholid secara khusus menyoroti kondisi warga di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, yang masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Kholid, yang baru-baru ini mengunjungi langsung lokasi terdampak pada Jumat (4/9), menyaksikan sendiri betapa mendalamnya dampak psikologis bencana tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meskipun upaya fisik terus berjalan, masyarakat setempat, khususnya di Manggarai Timur, belum berani kembali beraktivitas normal. "Kami melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa susulan. Malam hari mereka tidur di tenda, bahkan proses belajar mengajar pun masih berlangsung di tenda-tenda darurat," ungkap Kholid, menggambarkan kuatnya rasa trauma yang membayangi.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur fisik seperti rumah dan fasilitas umum yang rusak. Aspek psikologis warga harus menjadi prioritas utama. "Rekonstruksi fisik memang penting, tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas utama. Trauma healing harus diperkuat dan dilakukan secara berkelanjutan," tegas Kholid, menekankan pentingnya pendampingan psikologis agar warga perlahan bisa kembali merasa aman dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Kholid secara khusus menyoroti kondisi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan. Mereka terpaksa belajar dalam kondisi darurat, jauh dari lingkungan yang kondusif. "Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa," ujarnya, menyerukan agar program pemulihan trauma dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan psikologis mereka.
Politisi PKS ini mengingatkan bahwa pembangunan kembali NTT harus mencakup lebih dari sekadar fisik. "Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari keseluruhan proses rekonstruksi di NTT," pungkas Kholid, menegaskan bahwa pemulihan sejati hanya akan tercapai jika luka fisik dan batin sama-sama terobati.
