Internationalmedia.co.id – News melaporkan, liburan tahun baru di Eropa berubah menjadi mimpi buruk akibat badai salju dahsyat yang melanda beberapa negara. Ratusan penerbangan dibatalkan dan ribuan pelancong terdampak. Kejadian ini bukan hanya mengganggu rencana liburan, tetapi juga menimbulkan kekacauan di berbagai bandara utama Eropa.
Di Inggris, bandara-bandara di kota-kota barat laut seperti Manchester dan Liverpool sempat ditutup sementara akibat salju tebal yang menutupi landasan pacu. Bandara Birmingham dan Bristol juga mengalami nasib serupa. Meskipun sebagian besar bandara telah dibuka kembali pada Minggu, Bandara Bradford di Leeds masih mengumumkan penutupan hingga pemberitahuan selanjutnya. Tidak hanya penerbangan, beberapa ruas jalan utama dan jalur kereta api juga terhenti beroperasi.

Bencana serupa juga terjadi di Jerman. Puluhan penerbangan di Bandara Frankfurt, bandara terbesar di Jerman, terpaksa dibatalkan karena salju lebat dan lapisan es transparan yang dikenal sebagai "black ice". Sekitar 120 dari 1.990 penerbangan yang dijadwalkan terpaksa dibatalkan, karena landasan pacu perlu dibersihkan dan proses de-icing pesawat menjadi lebih rumit. Bandara Munich, bandara terbesar kedua di Jerman, juga membatalkan 35 penerbangan sebagai tindakan pencegahan.
Kondisi serupa juga melanda Belanda. Bandara Schiphol, pusat perjalanan udara utama di Eropa, mencatat pembatalan sedikitnya 70 penerbangan dan penundaan lebih dari 200 penerbangan lainnya. Pembatalan penerbangan terjadi tidak hanya pada penerbangan domestik, tetapi juga penerbangan internasional, termasuk penerbangan jarak jauh ke Amerika Serikat.
Di Spanyol, meskipun tidak ada peringatan salju atau es, pelancong menghadapi penundaan hingga 3,5 jam di beberapa bandara. Beberapa penerbangan dari berbagai kota di Eropa menuju Madrid dan Barcelona terpaksa dibatalkan. Sementara itu, Republik Ceko juga mengalami penutupan sementara di Bandara Vaclav Havel akibat hujan yang membeku dan "black ice", yang mengakibatkan puluhan penerbangan terdampak dan beberapa pesawat terpaksa kembali ke bandara keberangkatan. Kejadian ini menunjukkan dampak luas badai salju terhadap perjalanan udara dan darat di Eropa selama liburan tahun baru.
