Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama
Trending Indonesia

Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama

GunawatiBy Gunawati24-02-2026 - 23.00Tidak ada komentar2 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Lebanon kini hidup dalam kekhawatiran mendalam. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menyatakan negaranya sangat cemas bahwa infrastruktur penting mereka bisa menjadi sasaran serangan jika ketegangan antara Israel dan Iran terus memburuk. Kekhawatiran ini muncul seiring dengan laporan peningkatan intensitas serangan Israel terhadap Iran.

Berbicara kepada wartawan di Jenewa, Raggi secara spesifik menyebutkan potensi serangan keras dari Israel. "Ada indikasi bahwa Israel dapat menyerang dengan sangat keras jika terjadi eskalasi, berpotensi termasuk infrastruktur strategis seperti bandara," ujarnya. Pernyataan ini diperkuat oleh insiden baru-baru ini. Militer Lebanon menuduh militer Israel menembak di dekat posisi yang sedang mereka bangun di selatan negara itu, memicu instruksi pembalasan tembakan dari pihak Lebanon.

Lebanon di Ambang Bahaya Infrastruktur Jadi Target Utama
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi regional memang semakin memanas. Komentar Raggi muncul di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah, sebuah langkah yang diinterpretasikan sebagai kesiapan Washington untuk melancarkan kampanye berkelanjutan terhadap Iran. Di sisi lain, Iran pada hari Senin telah bersumpah akan membalas dengan sengit setiap serangan dari AS, sekaligus mengulang peringatannya tentang potensi konflik regional yang lebih luas sebagai respons terhadap ancaman serangan terbaru dari Presiden Donald Trump.

Dalam kondisi genting ini, Lebanon berupaya keras agar tidak terseret ke dalam pusaran konflik antara Iran, Israel, dan AS. "Saat ini kami sedang melakukan upaya diplomatik untuk meminta agar, bahkan jika terjadi pembalasan, infrastruktur sipil Lebanon tidak menjadi sasaran," jelas Raggi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan negaranya sangat jelas menyatakan: "Perang ini tidak menyangkut kami."

Seorang pejabat Lebanon yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatiran terbesar rakyat Lebanon adalah skenario reaksi berantai: serangan Amerika terhadap Iran, yang kemudian memicu serangan balasan dari Hizbullah terhadap Israel, dan pada akhirnya diikuti oleh respons besar-besaran dari Israel. Skenario ini menggambarkan betapa rentannya posisi Lebanon di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah yang kian memanas.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

18 Negara Kompak Lawan Israel

24-02-2026 - 23.30

Hujan Ekstrem Brasil Tewaskan Puluhan

24-02-2026 - 23.15

Konsekuensi Mengerikan Serangan AS ke Iran

24-02-2026 - 21.45

Ancaman Misterius Guncang Kediaman PM Australia

24-02-2026 - 21.15

Iran Peringatkan Batas Merah Saat Mahasiswa Turun Jalan Lagi

24-02-2026 - 21.00

Dunia Bergejolak Trump Murka

24-02-2026 - 18.45
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.