Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Larangan Mengejutkan Trump: 12 Negara Dilarang Masuk AS!
Trending Indonesia

Larangan Mengejutkan Trump: 12 Negara Dilarang Masuk AS!

GunawatiBy Gunawati06-06-2025 - 07.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Larangan Mengejutkan Trump: 12 Negara Dilarang Masuk AS!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan kebijakan kontroversial terbaru dari pemerintahan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat itu mengeluarkan larangan perjalanan bagi warga negara dari 12 negara, menetapkan mereka dalam daftar hitam yang mencegah akses masuk ke AS. Keputusan ini, menurut berbagai sumber yang dirangkum internationalmedia.co.id pada Kamis (5/6/2025), dipicu oleh serangan bom molotov pada aksi protes Yahudi di Boulder, Colorado.

Negara-negara yang warganya dilarang masuk meliputi: Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman. Selain itu, Trump juga memberlakukan pembatasan sebagian bagi pelancong dari tujuh negara lainnya: Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela. Kendati demikian, beberapa visa kerja sementara dari negara-negara tersebut masih akan dipertimbangkan.

Larangan Mengejutkan Trump: 12 Negara Dilarang Masuk AS!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Serangan teror baru-baru ini di Boulder, Colorado telah menggarisbawahi bahaya ekstrem yang ditimbulkan bagi negara kita oleh masuknya warga negara asing yang tidak diperiksa dengan benar," tegas Trump dalam pesan video dari Ruang Oval yang diunggah di media sosial X, seperti dikutip AFP. "Kita tidak menginginkan mereka," tambahnya. Perlu dicatat, pengecualian diberikan kepada atlet yang berpartisipasi dalam Piala Dunia (yang akan diselenggarakan bersama AS, Kanada, dan Meksiko) dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Jauh sebelum pengumuman larangan ini, tepatnya Maret lalu, pemerintahan Trump telah merancang rencana pembatasan perjalanan yang menargetkan beberapa negara, termasuk negara-negara mayoritas Muslim. Draf perintah eksekutif tersebut, seperti yang dikutip dari USA Today, beralasan untuk melindungi warga AS dari "orang asing yang bermaksud melakukan serangan teroris, mengancam keamanan nasional, menganut ideologi kebencian, atau mengeksploitasi undang-undang imigrasi untuk tujuan jahat." Menteri Luar Negeri, Jaksa Agung, Menteri Keamanan Dalam Negeri, dan Direktur Intelijen Nasional kala itu diberi waktu 60 hari untuk mengidentifikasi negara-negara yang akan dikenai larangan. Rencana ini sejalan dengan perintah eksekutif Trump pada Januari 2025 yang menekankan perlindungan AS dari teroris asing dan ancaman keamanan lainnya, menginstruksikan otoritas AS untuk meninjau individu yang memasuki AS dari negara-negara yang masuk daftar merah. (zap/wnv)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Iran Bongkar Doktrin Rahasia Israel

07-02-2026 - 18.30

Terbongkar Uji Nuklir Rahasia China

07-02-2026 - 18.15

Mantan Dubes Inggris Terseret Skandal Epstein Kediamannya Digeledah

07-02-2026 - 18.00

Video Rasis Obama di Akun Trump Bikin Geger

07-02-2026 - 16.45

Api Misterius Landa Barak Militer Iran

07-02-2026 - 16.30

Trump Dikecam Video Obama Mengapa Ia Tak Menyesal

07-02-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.