Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran mengumumkan keberhasilannya melumpuhkan sejumlah aset udara milik Amerika Serikat dan Israel. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden yang disebut Teheran sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara kedua negara adidaya itu terjadi pada Jumat (3/4/2026), di mana total dua jet tempur, tiga drone, dan dua rudal jelajah diklaim berhasil ditembak jatuh.
Dalam rilis pers yang dikeluarkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Sabtu (4/4), Iran merinci serangkaian operasi pertahanan udara yang sukses di beberapa provinsi. Klaim ini, seperti dilansir media Iran, Press TV, menunjukkan peningkatan kapabilitas pertahanan Iran di tengah eskalasi konflik regional.

IRGC mengklaim, pasukan pertahanan udaranya berhasil mencegat dua rudal jelajah di wilayah udara Khomein dan Zanjan. Tak hanya itu, dua drone serang jenis MQ-9 dilaporkan jatuh di langit Isfahan, diikuti dengan hancurnya satu drone Hermes di area Bushehr. Keberhasilan ini disebut-sebut menggunakan sistem pertahanan udara canggih baru yang terintegrasi dalam jaringan pertahanan udara nasional.
Lebih lanjut, IRGC juga mengumumkan keberhasilan menembak jatuh sebuah jet tempur canggih di Iran bagian tengah. Nasib pilot jet tersebut masih menjadi misteri, dengan operasi pencarian yang terus berlangsung di tengah spekulasi bahwa pilot gagal melakukan penyelamatan diri.
Di hari yang sama, Angkatan Darat Iran turut mengklaim telah melumpuhkan pesawat tempur A-10 Warthog milik AS. Insiden ini disebut terjadi di perairan selatan Iran, dekat Selat Hormuz, setelah pesawat tersebut "dilacak dan dihadang oleh sistem Angkatan Pertahanan Udara Angkatan Darat, sebelum akhirnya jatuh ke perairan Teluk Persia."
IRGC mengeluarkan peringatan keras, menegaskan bahwa sistem pertahanan udara Iran semakin kokoh di tengah konflik yang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dan Israel. "Dengan pemantauan inovatif, berkelanjutan, dan presisi tinggi oleh para pahlawan pertahanan udara Iran, langit Iran akan menjadi zona yang semakin tidak aman bagi jet tempur agresor musuh," demikian pernyataan resmi IRGC.
Sementara itu, laporan mengenai jet tempur F-15 AS yang ditembak jatuh juga mencuat. Teheran bersikeras telah melumpuhkan pesawat tersebut, namun media AS mengklaim pasukan khusus Amerika berhasil menyelamatkan satu dari dua awaknya, sementara satu awak lainnya masih dalam pencarian intensif. Terkait insiden A-10 di Teluk, meski militer Iran menyatakan telah menembak jatuh, media Amerika Serikat melaporkan bahwa pilot pesawat tersebut berhasil diselamatkan.
Seorang juru bicara komando operasional pusat militer Iran, dilansir kantor berita AFP, menegaskan bahwa "sebuah jet tempur musuh Amerika di wilayah udara Iran tengah telah dihantam dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara canggih Angkatan Udara IRGC". Ia menambahkan, "Pesawat jet itu hancur total, dan pencarian lebih lanjut masih berlangsung." Bahkan, sebuah stasiun televisi lokal Iran mengumumkan tawaran "hadiah berharga" bagi siapa pun yang berhasil menangkap awak pesawat tersebut hidup-hidup.

