Data mengerikan datang dari Jalur Gaza. Internationalmedia.co.id mengutip Anadolu Agency melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Gaza mencatat angka kematian warga Palestina akibat serangan Israel telah mencapai 59.029 jiwa sejak Oktober 2023. Angka ini masih terus bertambah, dengan 134 jenazah baru yang tiba di rumah sakit dalam 24 jam terakhir. Selain itu, luka-luka yang diderita mencapai angka fantastis, yaitu 142.135 orang.
Situasi di lapangan semakin memprihatinkan. Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan banyak korban masih tertimbun reruntuhan dan terlantar di jalanan karena terbatasnya akses tim penyelamat. Tragedi kemanusiaan ini diperparah dengan jatuhnya korban jiwa saat berusaha mendapatkan bantuan. Dalam 24 jam terakhir saja, 99 warga Palestina tewas dan lebih dari 650 lainnya terluka saat mencari pertolongan. Sejak 27 Mei, total korban meninggal saat mencari bantuan mencapai 1.021 jiwa, dengan lebih dari 6.511 orang terluka.

Serangan Israel yang berlanjut sejak 18 Maret lalu, pasca berakhirnya gencatan senjata, telah menambah derita warga Palestina. Serangan tersebut mengakibatkan 8.196 kematian dan 30.094 luka-luka, menghancurkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang telah disepakati pada Januari. Peristiwa ini semakin memperumit situasi politik dan kemanusiaan di kawasan tersebut. Perlu diingat, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait konflik di wilayah tersebut.
