Dari Jakarta, Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, baru-baru ini menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di dunia. Pesan penting ini datang di tengah gejolak konflik yang terus membara antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Melalui akun X resminya pada Sabtu (21/3/2026), Mojtaba menggarisbawahi beberapa poin krusial.
Dalam unggahannya, Mojtaba menyoroti kebetulan yang istimewa tahun ini, di mana "musim semi spiritualitas" atau Idulfitri, bertepatan dengan "musim semi alam" atau Nowruz, Tahun Baru Persia. Ia secara khusus menyampaikan selamat kepada seluruh rakyat Iran atas dua perayaan penting ini, sebelum meluaskan ucapan selamatnya kepada seluruh umat Muslim di penjuru dunia, menegaskan semangat kebersamaan global.

Lebih dari sekadar ucapan selamat, Mojtaba juga menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga para korban dan martir yang gugur dalam serangkaian konflik. Ia secara spesifik menyebut mereka yang menjadi korban dalam perang melawan Israel, upaya kudeta pada Januari, perang melawan AS-Israel, serta para martir keamanan dan perbatasan yang telah berkorban demi negara.
Ia mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun terakhir, rakyat Iran telah menghadapi setidaknya tiga perang militer dan keamanan yang intens. Salah satunya adalah "perang bulan Juni", di mana musuh Zionis, dengan dukungan signifikan dari Amerika Serikat dan di tengah-tengah proses negosiasi, dituduh telah menyebabkan kematian sekitar 1.000 warga negara Iran.
Menariknya, meskipun pesan-pesan penting ini disiarkan di televisi Iran pada Jumat (20/3), tidak ada rekaman suara atau kehadiran fisik Mojtaba yang menyertai pidatonya. Dalam pesan tertulisnya untuk Nowruz, Tahun Baru Persia, yang juga dikutip oleh AFP pada Sabtu (21/3), Mojtaba menegaskan bahwa "Rakyat Iran telah memberikan pukulan telak kepada musuh, sehingga mereka kini mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong."
Ia juga menyoroti persatuan yang kokoh di antara rakyat Iran sebagai kunci kekuatan dalam menghadapi Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, musuh-musuh Iran telah dikalahkan berkat solidaritas ini. "Saat ini, karena persatuan khusus yang telah tercipta di antara kalian, saudara-saudara sebangsa kami—terlepas dari semua perbedaan asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik—musuh telah dikalahkan," tegas Mojtaba dalam pesannya.
Fakta bahwa Mojtaba Khamenei belum pernah muncul di depan umum sejak ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei—yang dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel—menambah lapisan misteri pada komunikasi publiknya. Sejauh ini, ia hanya mengeluarkan pernyataan tertulis, membatasi interaksi langsung dengan publik.

