Internationalmedia.co.id – Kabar mengejutkan datang dari Jalur Gaza. Israel mengumumkan bahwa pasukan keamanannya telah menerima jenazah dua sandera yang dikembalikan oleh Hamas melalui mediasi Palang Merah. Pemulangan jenazah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam, sebelumnya telah mengumumkan rencana pengembalian dua jenazah tersebut pada Kamis sore waktu setempat. Hingga saat ini, Hamas telah mengembalikan total 15 jenazah dari 28 sandera yang sebelumnya dinyatakan tewas.

"Israel telah menerima, melalui Palang Merah, jenazah dua sandera yang diserahkan kepada pasukan IDF dan Shin Bet di Jalur Gaza," demikian pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Jenazah tersebut kini tengah dibawa ke pusat medis forensik untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Ketegangan sempat meningkat beberapa hari sebelumnya, di mana Israel melancarkan serangkaian serangan di Gaza sebagai respons atas tewasnya seorang tentara Israel. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang, termasuk puluhan anak-anak.
Meskipun demikian, gencatan senjata akhirnya ditegakkan kembali dengan mediasi dari Presiden AS Donald Trump dan Qatar. Hamas sendiri menegaskan komitmennya terhadap gencatan senjata dan membantah keterlibatan dalam insiden penembakan di Rafah.
Sebelumnya, Hamas sempat menunda penyerahan jenazah sandera yang telah meninggal, dengan alasan bahwa "eskalasi apa pun akan menghambat pencarian dan penggalian jenazah". Setelah gencatan senjata dimulai, kelompok tersebut telah mengembalikan 20 sandera yang masih hidup dan memulai proses pengembalian jenazah sandera yang telah meninggal. Israel menuduh Hamas melanggar kesepakatan dengan menunda pengembalian jenazah, namun Hamas berdalih bahwa proses pencarian di tengah reruntuhan membutuhkan waktu.
