Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras penerbitan kartun Nabi Muhammad di majalah LeMan. Internationalmedia.co.id melaporkan, Erdogan menyebut tindakan tersebut sebagai "provokasi keji" yang menyamarkan penghinaan dengan kedok humor. Pernyataan tegas ini disampaikan Erdogan menyusul kontroversi yang memicu kemarahan publik Turki.
Erdogan menegaskan bahwa pembuatan kartun tersebut merupakan bentuk ujaran kebencian dan menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang akan dijalankan terhadap pihak-pihak yang terlibat. "Mereka yang bersikap kurang ajar terhadap nabi kami dan nabi-nabi lainnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum," tegasnya. Pemerintah Turki pun bertindak cepat. Semua salinan majalah LeMan yang memuat kartun tersebut telah disita, dan sejumlah staf majalah, termasuk editor-in-chief dan seorang kartunis, telah ditangkap.

Menteri Kehakiman Turki, Yilmaz Tunc, turut mengutuk keras penerbitan kartun tersebut. Tunc menyatakan bahwa kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad telah menghina nilai-nilai keagamaan dan merusak harmoni sosial. Ia menekankan bahwa tidak ada kebebasan yang membenarkan penghinaan terhadap nilai-nilai suci agama. Hal senada juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, yang mengkonfirmasi penangkapan kartunis dan menyebarkan video penangkapan tersebut di media sosial.
Sementara itu, majalah LeMan telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Mereka mengklaim kartun tersebut disalahartikan dan bertujuan untuk menyoroti penderitaan seorang muslim yang tewas akibat serangan Israel, bukan untuk menghina Islam. Penjelasan ini, bagaimanapun, tampaknya tidak cukup meredam amarah publik dan pemerintah Turki. Kasus ini pun kini tengah menjadi sorotan internasional.
