Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Kapal Induk Raksasa AS Tiba Apa Rencana Trump
Trending Indonesia

Kapal Induk Raksasa AS Tiba Apa Rencana Trump

GunawatiBy Gunawati22-02-2026 - 03.30Tidak ada komentar4 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Kapal Induk Raksasa AS Tiba Apa Rencana Trump
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News โ€“ Laut Mediterania kini menjadi saksi bisu kedatangan salah satu kekuatan militer terbesar di dunia, kapal induk USS Gerald R. Ford milik Amerika Serikat. Manuver strategis ini sontak memicu gelombang spekulasi dan kekhawatiran global mengenai potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Teheran.

Menurut laporan yang dihimpun dari AFP pada Sabtu (21/2/2026), kapal induk super tersebut terlihat melintasi Selat Gibraltar pada Jumat (20/2) waktu setempat. Keberangkatan USS Gerald R. Ford menuju kawasan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden AS Donald Trump, sebagai bagian dari peningkatan signifikan kehadiran militer Amerika Serikat di tengah ketegangan yang terus membara dengan Iran. Kapal induk ini dijadwalkan akan bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan armada kapal perang pengiringnya yang telah lebih dulu ditempatkan di Timur Tengah.

Kapal Induk Raksasa AS Tiba Apa Rencana Trump
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Trump Menimbang Opsi Militer Terbatas

Presiden Trump, pada Jumat (20/2), secara terbuka menyatakan bahwa ia "sedang mempertimbangkan" opsi serangan militer terbatas terhadap Iran, jika upaya negosiasi gagal mencapai kesepakatan. Pernyataan ini menggarisbawahi tekad Washington untuk menekan Teheran agar menyepakati pembatasan program nuklirnya, yang diiringi dengan mobilisasi kekuatan angkatan laut AS yang masif di kawasan tersebut.

Situasi ini semakin memanas setelah Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa draf proposal untuk kesepakatan dengan Washington akan siap dalam beberapa hari ke depan, menyusul putaran negosiasi di Jenewa awal pekan ini. Sebelumnya, Trump sempat memberikan ultimatum 10 hari, yang kemudian diperpanjang menjadi 15 hari, agar Teheran mencapai kesepakatan. Ketika ditanya oleh seorang reporter mengenai kemungkinan serangan militer terbatas, Trump hanya menjawab singkat, "Yang paling bisa saya katakan โ€“ saya sedang mempertimbangkannya."

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menjelaskan kepada media AS bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menyerahkan rancangan perjanjian potensial sebagai "langkah selanjutnya." "Saya yakin dalam dua atau tiga hari ke depan, itu akan siap, dan setelah konfirmasi akhir dari atasan saya, itu akan diserahkan kepada Steve Witkoff," ujarnya, merujuk pada negosiator utama Trump untuk Timur Tengah.

Araghchi juga membantah klaim pejabat Amerika bahwa AS telah meminta Teheran untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya. "Kami belum menawarkan penangguhan apa pun, dan pihak AS belum meminta nol pengayaan," tegasnya dalam sebuah wawancara yang dirilis Jumat (20/2) oleh jaringan TV AS, MS NOW. Ia menambahkan, "Yang sedang kita bicarakan sekarang adalah bagaimana memastikan bahwa program nuklir Iran, termasuk pengayaan, bersifat damai dan akan tetap damai selamanya."

Iran Ancam Balik: Pangkalan AS Akan Jadi Sasaran Sah

Di tengah atmosfer yang kian tegang ini, Pemerintah Iran tidak tinggal diam. Melalui Duta Besar (Dubes) Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, Teheran mengingatkan bahwa seluruh pangkalan militer, fasilitas, dan aset-aset AS di kawasan itu akan menjadi "target yang sah" jika Amerika Serikat nekat melancarkan serangan militer.

Dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres dan presiden Dewan Keamanan, yang dilansir AFP pada Jumat (20/2), Iravani mengutip unggahan media sosial Trump sebelumnya. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat mungkin perlu menggunakan pangkalan militer Inggris, termasuk di sebuah pulau di Samudra Hindia, "jika Iran memutuskan untuk tidak membuat kesepakatan."

Iravani mengecam pernyataan Trump sebagai "begitu agresif" dan "menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan tersebut, dan akan merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional." Ia mendesak Dewan Keamanan PBB, sebagai badan tertinggi yang bertanggung jawab atas perdamaian dan keamanan global, untuk "memastikan bahwa Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekuatan yang melanggar hukum."

Meskipun demikian, Iravani menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen "pada solusi diplomatik" dan "atas dasar timbal balik, mengatasi ambiguitas mengenai program nuklir damainya." Namun, ia kembali memperingatkan bahwa jika Iran menghadapi agresi militer, "semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi target yang sah dalam konteks respons defensif Iran."

Kedatangan kapal induk terbesar dunia di Mediterania ini menjadi penanda jelas bahwa Timur Tengah berada di ambang ketidakpastian, dengan setiap langkah diplomatik dan militer diawasi ketat oleh dunia.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Tragedi Laut Kreta Tiga Tewas

22-02-2026 - 03.00

Belasan Tewas Lebanon Murka Gencatan Senjata Terancam

21-02-2026 - 21.15

Kapal Induk Raksasa AS Merapat Timur Tengah Bergejolak

21-02-2026 - 21.00

Situasi Iran Memanas Dua Negara Eropa Serukan Warga Pulang

21-02-2026 - 18.45

Pasifik Timur Berdarah Tiga Nyawa Melayang

21-02-2026 - 16.30

Belasan Nyawa Melayang Israel Gempur Lebanon

21-02-2026 - 16.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.