Internationalmedia.co.id – Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali memanas. Serangan udara Israel dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Lebanon, menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Kementerian Kesehatan Lebanon mengkonfirmasi tiga orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Menurut laporan yang dikutip dari AFP, insiden tragis menimpa dua bersaudara di kota Shebaa. Kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan Israel saat melintas di lereng Gunung Hermon, Lebanon tenggara. Akibatnya, mobil tersebut terbakar dan menewaskan keduanya di tempat kejadian.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan di dekat Shebaa menargetkan dua orang yang diduga terlibat dalam penyelundupan senjata untuk Brigade Perlawanan Lebanon, sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Hizbullah. Mereka menuduh aktivitas kelompok tersebut sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan antara Israel dan Lebanon.
"IDF (militer Israel) akan terus beroperasi untuk menyingkirkan segala ancaman terhadap Negara Israel," tegas pernyataan militer Israel.
Selain insiden di Shebaa, serangan lain juga dilaporkan terjadi di desa Baraashit, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Serangan serupa di dekat rumah sakit di kota Bint Jbeil juga menyebabkan tujuh orang terluka.
Eskalasi konflik ini memicu kekhawatiran internasional. Uni Eropa mendesak semua pihak untuk menjaga gencatan senjata yang telah berlangsung hampir setahun. Juru bicara urusan luar negeri Komisi Eropa, Anouar El Anouni, menekankan pentingnya memelihara gencatan senjata dan kemajuan yang telah dicapai.
Israel berdalih bahwa Lebanon lambat dalam melucuti senjata Hizbullah dan bersikeras bahwa mereka berhak melindungi perbatasan dan warganya dari serangan. Sebelumnya, Israel telah mengumumkan serangkaian serangan di Lebanon selatan dan mendesak warga sipil untuk mengungsi dari daerah-daerah yang menjadi sasaran.

