Internationalmedia.co.id – Gelombang kecaman internasional menghantam Israel terkait pencegatan armada kapal Global Sumud Flotilla yang berupaya menembus blokade Gaza. Turki bahkan menuduh Israel melakukan "aksi terorisme," sementara Kolombia mengambil langkah tegas dengan mengusir seluruh diplomat Israel dari negaranya.
Turki mengecam keras tindakan Israel yang mencegat armada kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ankara menuding Tel Aviv melakukan "aksi terorisme" yang membahayakan nyawa warga sipil tak berdosa. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa tindakan pasukan Israel merupakan "pelanggaran serius terhadap hukum internasional."

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, tak tinggal diam. Ia memerintahkan pengusiran seluruh diplomat Israel sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai "kejahatan internasional baru" oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keputusan ini diambil setelah pasukan Israel mencegat kapal-kapal Global Sumud Flotilla dan menahan dua aktivis Kolombia.
Sementara itu, penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa sebagian besar kapal masih "berlayar dengan teguh" menuju Gaza, meskipun beberapa kapal telah dicegat oleh pasukan Israel. Armada ini membawa politisi dan aktivis dari berbagai negara, termasuk aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg.
Kelompok Hamas juga mengecam tindakan Israel, menyebutnya sebagai "kejahatan pembajakan" terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla. Mereka menyerukan dunia internasional untuk mengutuk tindakan Tel Aviv.
Di tengah ketegangan ini, Israel merilis peringatan terakhir kepada warga sipil di Kota Gaza untuk segera mengungsi ke wilayah selatan. Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan semakin diperketatnya pengepungan oleh pasukan Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa ini adalah "kesempatan terakhir" bagi warga Gaza untuk pindah dan membiarkan anggota Hamas terisolasi di Kota Gaza.
