Internationalmedia.co.id – Pemerintah Iran mengecam keras agresi militer Israel terhadap wilayah Lebanon selatan, yang menyasar basis kelompok Hizbullah, sekutu utama Teheran. Kecaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataan resminya seperti dilansir AFP, menyebut serangan Israel sebagai "pelanggaran nyata terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon." Pernyataan keras ini mencerminkan kemarahan Iran atas tindakan Israel yang dianggap provokatif.

Sebelumnya, otoritas Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel pada Kamis (16/10) menyebabkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka. Militer Israel mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan Hizbullah dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, juga mengecam serangan tersebut, dengan menyatakan bahwa fasilitas sipil menjadi sasaran. Ia menuduh Israel melanggar perjanjian gencatan senjata yang ditengahi tahun lalu antara Hizbullah dan Israel.
Iran merupakan pendukung utama Hizbullah. Namun, kelompok tersebut mengalami kemunduran akibat konflik baru-baru ini dengan Israel dan perubahan politik di Suriah. Situasi ini menjadi pukulan bagi Iran, yang juga menghadapi dampak dari serangan terhadap fasilitas nuklirnya.
Baqaei menuduh Prancis dan Amerika Serikat, sebagai penjamin gencatan senjata, bersikap "tidak bertindak dan lunak" terhadap Israel atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang berulang. Tuduhan ini menyoroti kekecewaan Iran terhadap peran negara-negara penjamin dalam menjaga stabilitas regional.
