Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Iran Bantah Keras Klaim AS Selat Hormuz Jadi Kunci
Trending Indonesia

Iran Bantah Keras Klaim AS Selat Hormuz Jadi Kunci

GunawatiBy Gunawati24-03-2026 - 10.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Iran Bantah Keras Klaim AS Selat Hormuz Jadi Kunci
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Teheran dengan tegas membantah adanya negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS), menepis laporan yang mengindikasikan pembicaraan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui kantor berita resmi IRNA, mengungkapkan bahwa meskipun ada pesan yang disampaikan melalui "negara-negara sahabat" mengenai permintaan AS untuk bernegosiasi guna mengakhiri perang, Iran telah menanggapi sesuai dengan "posisi prinsipnya" yang tidak berubah.

Baghaei menekankan bahwa respons Iran tidak hanya sebatas penolakan, melainkan juga peringatan keras terhadap "konsekuensi serius" jika ada serangan yang menargetkan infrastruktur vital negara. Ia menegaskan, setiap tindakan yang menyasar fasilitas energi Iran akan dibalas dengan respons "tegas, segera, dan efektif" oleh angkatan bersenjatanya.

Iran Bantah Keras Klaim AS Selat Hormuz Jadi Kunci
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Baghaei secara eksplisit membantah adanya negosiasi atau dialog apa pun dengan AS selama 24 hari terakhir, periode yang ia sebut sebagai "perang yang dipaksakan." Ia juga menegaskan bahwa sikap Iran terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang vital bagi perdagangan minyak global, serta syarat-syarat untuk mengakhiri konflik, "tidak berubah."

Pernyataan Iran ini kontras dengan klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang pada Senin (23/3) sebelumnya, menyebut bahwa pembicaraan baru-baru ini dengan Iran telah "produktif."

Ketegangan regional memang terus meningkat tajam sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangkaian serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta negara-negara lain seperti Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang menjadi markas aset militer AS. Aksi balasan ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu pasar global dan jadwal penerbangan internasional, menambah kompleksitas krisis di kawasan.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Mantan Bos CIA Ungkap Kesalahan Fatal Trump di Timur Tengah

24-03-2026 - 12.45

Langit Kolombia Berduka Pesawat Militer Jatuh

24-03-2026 - 12.30

Trump Akui Dialog Penting dengan Iran Siapa Sosoknya

24-03-2026 - 12.15

Iran Ungkap Syarat Damai Perang Tak Akan Berhenti

24-03-2026 - 12.00

Iran Ungkap Tujuan Asli Klaim Trump

24-03-2026 - 10.45

Tragedi LaGuardia Terkuak Pilot Kopilot Tewas

24-03-2026 - 10.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.