Trump dan Xi Bertemu: Titik Balik Perang Dagang?
Pertemuan yang berlangsung di Pangkalan Udara Gimhae ini menjadi pertemuan tatap muka pertama antara kedua pemimpin dalam enam tahun terakhir, sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Jabat tangan hangat mengawali pembicaraan yang diharapkan dapat meredakan tensi antara dua kekuatan ekonomi dunia.

Trump sendiri menyebut pertemuan itu sebagai "kesuksesan besar" dan mengisyaratkan kunjungan balasan ke China pada April mendatang. Sementara itu, Xi Jinping menekankan pentingnya kedua negara untuk menjadi "mitra dan sahabat" meskipun terdapat perbedaan pandangan.
Pembicaraan yang berlangsung selama 1 jam 40 menit itu membahas berbagai isu pelik, mulai dari tarif dan ketidakseimbangan perdagangan, hingga kontrol ekspor logam tanah jarang dan perdagangan fentanyl ilegal.
Meski detail kesepakatan belum diungkapkan secara gamblang, Trump mengklaim telah mencapai kesepakatan terkait pemangkasan tarif fentanyl dan pasokan logam tanah jarang. Ia juga menyebut China akan meningkatkan pembelian kedelai dan produk pertanian lainnya dari AS.
Xi Jinping juga mengamini adanya konsensus yang dicapai terkait isu perdagangan, namun menekankan perlunya kerja lanjutan dari kedua tim untuk mewujudkan hasil nyata bagi ekonomi dunia.
Apakah pertemuan ini menjadi titik balik dalam hubungan AS dan China? Waktu yang akan menjawab. Namun, sinyal positif yang muncul dari kedua pemimpin memberikan harapan baru bagi stabilitas ekonomi global.
