Sebuah angin segar berhembus bagi para pelajar di Boyolali, khususnya mereka yang berprestasi namun terkendala biaya. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa CT ARSA Foundation, bekerja sama dengan AirNav Indonesia, baru-baru ini menggelar sosialisasi SMA Unggulan CT ARSA di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Program pendidikan ini menawarkan kesempatan emas bagi siswa SMP untuk melanjutkan pendidikan menengah atas secara 100% gratis dengan konsep boarding school.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Relawan Bakti BUMN 2026, yang tidak hanya fokus pada sosialisasi SMA unggulan, tetapi juga mencakup edukasi literasi bagi siswa SD dan TK di wilayah tersebut. Puncak acara sosialisasi berlangsung di SMP Negeri 3 Cepogo, di mana ratusan siswa dari kelas VII hingga IX tampak antusias menyimak pemaparan mengenai peluang pendidikan tanpa biaya yang didirikan oleh pasangan filantropis Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung.

Haerani Akbar, perwakilan dari CT ARSA Foundation, menjelaskan bahwa SMA Unggulan CT ARSA Foundation dirancang khusus untuk menjaring potensi-potensi terbaik dari kalangan keluarga prasejahtera. "Sosialisasi ini kami lakukan di Boyolali untuk menarik adik-adik kita, khususnya yang berada di Desil 1 sampai 3 dan juga dari keluarga prasejahtera, agar kami dapat melihat potensi mereka dan mengarahkan untuk mendaftarkan diri serta mengikuti seleksi di sekolah unggulan kami di Sukoharjo," ujar Haerani Akbar saat ditemui di SMPN 3 Cepogo, Boyolali, seperti dilansir internationalmedia.co.id.
Akbar menegaskan bahwa SMA Unggulan CT ARSA Foundation adalah sekolah berasrama yang sepenuhnya gratis. Semua fasilitas, mulai dari asrama, kebutuhan sehari-hari, hingga biaya pendidikan, ditanggung penuh oleh yayasan. "SMA Unggulan CT ARSA Foundation ini 100% gratis. Didirikan oleh Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Ratnasari Tanjung. Beliau memberikan semua fasilitas gratis kepada siswa-siswa yang diterima di SMA unggulan CT ARSA Foundation, baik yang berlokasi di Sukoharjo maupun di Deli Serdang," tambahnya.
Proses seleksi calon siswa dirancang untuk memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, dengan syarat mutlak calon siswa harus berasal dari Desil 1 hingga 3 atau keluarga prasejahtera. Selain itu, tim CT ARSA Foundation juga akan melakukan survei lapangan. "Survei kami lakukan untuk memastikan anak ini benar-benar dari keluarga prasejahtera yang membutuhkan," pungkas Akbar, menekankan komitmen yayasan dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi mereka yang paling membutuhkan.
