Jakarta – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyoroti peran krusial komunitas otomotif dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif nasional. Hal ini disampaikannya saat mengapresiasi gelaran ‘Sunday Afternoon Ride’ yang diinisiasi oleh Volkswagen Beetle Club (VBC) baru-baru ini. Menurut Internationalmedia.co.id – News, Bamsoet menekankan bahwa aktivitas komunitas ini bukan sekadar ajang kumpul, melainkan sebuah ekosistem produktif yang memberikan dampak ekonomi signifikan.
Acara ‘Sunday Afternoon Ride’ VBC yang mengusung konsep ‘Jakarta City Rolling’ sukses mempertemukan para penggemar VW Kodok dalam perjalanan santai dari Blackstone Garage Kebayoran Baru menuju Thamrin 10 Jakarta. Kegiatan ini memadukan semangat persaudaraan otomotif, kreativitas visual dalam pembuatan konten, hingga aksi sosial kemanusiaan, menunjukkan dimensi multidimensional dari sebuah komunitas. Bamsoet, yang juga Anggota DPR RI Fraksi Golkar, menyatakan apresiasinya. "Sunday Afternoon Ride VBC membuktikan bahwa komunitas otomotif adalah sarana efektif untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan melestarikan warisan budaya otomotif kita," ujarnya saat menghadiri acara di Blackstone Garage Jakarta.

Sebagai Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bamsoet menggarisbawahi posisi strategis komunitas kendaraan klasik di tengah gempuran teknologi otomotif modern. Di saat industri bergeser ke arah elektrifikasi, digitalisasi, dan kendaraan otonom, komunitas mobil klasik justru menjadi penjaga setia sejarah perjalanan industri otomotif. Ia menjelaskan, "Komunitas kendaraan klasik mengajarkan kita bahwa setiap kendaraan membawa nilai sejarah, cerita, dan ikatan emosional yang tak tergantikan oleh kemajuan teknologi. Oleh karena itu, dukungan terhadap komunitas ini penting agar generasi muda dapat mengenal sejarah otomotif sekaligus belajar pentingnya merawat aset budaya bangsa."
Bamsoet melanjutkan, model kegiatan yang menggabungkan elemen berkendara santai, pertemuan komunitas (coffee gathering), produksi konten sinematik, hingga kegiatan amal sosial, adalah bukti nyata adaptasi komunitas otomotif terhadap dinamika zaman. Menurutnya, komunitas otomotif kini telah melampaui sekadar ajang pamer kendaraan, bertransformasi menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang produktif. Model kegiatan semacam ini sangat relevan dengan karakter generasi masa kini yang mengedepankan kreativitas, semangat berbagi, interaksi sosial yang sehat, serta potensi ekonomi kreatif. "Komunitas otomotif telah berevolusi menjadi sebuah ekosistem yang sangat produktif," tegas Bamsoet.
Lebih jauh, Bamsoet menyoroti kontribusi signifikan komunitas otomotif terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif Indonesia sendiri merupakan salah satu sektor manufaktur utama yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan berbagai usaha pendukung. Kehadiran komunitas ini menciptakan permintaan terhadap berbagai jasa, mulai dari restorasi kendaraan, bengkel spesialis, suku cadang, modifikasi, hingga layanan fotografi, penyelenggaraan acara, bahkan sektor kuliner dan pariwisata lokal. Berbagai kegiatan yang mereka gelar terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi lokal dan menarik perhatian masyarakat luas.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI ini menegaskan, "Komunitas otomotif telah menjadi bagian integral dari ekonomi kreatif nasional. Setiap kegiatan yang mereka selenggarakan menghasilkan efek berantai positif bagi banyak pelaku usaha." Oleh karena itu, ia senantiasa mendorong agar komunitas otomotif terus berinovasi dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya produktif, tertib, dan aman, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat luas, sebagaimana dilaporkan internationalmedia.co.id.
