Internationalmedia.co.id – Kelompok militan Hizbullah melayangkan pesan penting kepada Paus Leo XIV menjelang kedatangannya di Beirut, Lebanon. Pesan tersebut berisi desakan agar Paus menolak "ketidakadilan dan agresi" yang dilakukan Israel terhadap Lebanon.
Setahun setelah gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri konflik, Hizbullah menuding Israel terus melakukan serangan rutin dengan dalih menargetkan operasi mereka. Keberadaan pasukan Israel di lima lokasi strategis di Lebanon selatan juga menjadi sorotan.

"Kami di Hizbullah memanfaatkan kesempatan kunjungan Anda yang penuh berkah ke negara kami, Lebanon, untuk menegaskan kembali komitmen kami terhadap koeksistensi," tulis Hizbullah dalam pesannya yang dipublikasikan di media sosial.
Namun, kelompok tersebut juga menegaskan komitmennya untuk "berdiri bersama tentara dan rakyat kami untuk menghadapi segala agresi dan pendudukan atas tanah dan negara kami". Hizbullah menyebut tindakan Israel sebagai "agresi berkelanjutan yang tidak dapat diterima".
"Kami mengandalkan sikap Yang Mulia dalam menolak ketidakadilan dan agresi yang dialami bangsa Lebanon kami di tangan penjajah Zionis dan para pendukung mereka," lanjut pernyataan tersebut, seperti dilansir kantor berita AFP.
Sebelumnya, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyambut baik kunjungan Paus Leo dan menegaskan bahwa kelompoknya menghormati gencatan senjata November 2024. Ia juga menyerukan diakhirinya serangan Israel terhadap Lebanon.
Paus Leo dijadwalkan tiba di Lebanon pada hari Minggu untuk kunjungan tiga hari yang meliputi misa terbuka di Beirut dan pertemuan antaragama. Kunjungan ini diperkirakan akan menarik perhatian sekitar 120.000 orang.
