Internationalmedia.co.id – News – Seorang guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), bernama Yasin, mendadak menjadi pusat perhatian setelah video yang menampilkan dirinya mengajar dengan gaya berbusana dan riasan feminin menjadi viral di media sosial. Setelah memicu perdebatan publik dan menarik perhatian Dinas Pendidikan setempat, Yasin akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penjelasan mendalam mengenai motif di balik penampilannya.
Fenomena ini pertama kali menyebar luas di berbagai platform media sosial, memancing beragam komentar dari warganet serta menarik atensi otoritas terkait. Internationalmedia.co.id melaporkan, penampilan Yasin yang kerap berdandan layaknya perempuan saat mengajar di kelas memicu berbagai reaksi, hingga akhirnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli turut menyoroti kasus ini.

Menyikapi polemik yang berkembang, Yasin melalui unggahan di akun media sosialnya, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. "Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan video yang saya bagikan," tulis Yasin, mengungkapkan penyesalannya atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul.
Dalam klarifikasinya, Yasin menjelaskan bahwa riasan yang digunakannya dalam konten video tersebut hanyalah riasan sederhana. Menurutnya, tujuan utama penggunaan riasan tersebut semata-mata untuk menunjang penampilan agar wajah tidak tampak pucat di hadapan kamera. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merendahkan, melecehkan, apalagi mengajak para muridnya untuk meniru gaya berpenampilannya.
Lebih lanjut, Yasin menekankan bahwa ia menyadari sepenuhnya posisi dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. Ia mengaku selalu memberikan batasan serta arahan yang jelas kepada para siswanya mengenai etika bersikap dan berpenampilan yang sesuai dengan lingkungan sekolah. "Justru kepada siswa-siswa saya, saya selalu memberikan batasan dan arahan mengenai bagaimana mereka seharusnya bersikap dan berpenampilan sesuai dengan lingkungan sekolah," ucapnya.
Yasin juga menambahkan bahwa selama ia mengajar, tidak ada satu pun muridnya yang meniru atau mengikuti gaya penampilannya yang terbilang unik itu. Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan spekulasi dan kesalahpahaman yang sempat merebak di tengah masyarakat.
