Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Gencatan Senjata 3 Hari? Ukraina Minta Lebih!
Trending Indonesia

Gencatan Senjata 3 Hari? Ukraina Minta Lebih!

GunawatiBy Gunawati29-04-2025 - 04.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Gencatan Senjata 3 Hari? Ukraina Minta Lebih!
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id memberitakan keputusan mengejutkan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengumumkan gencatan senjata selama 3 hari, mulai 8 hingga 10 Mei mendatang. Keputusan ini bertepatan dengan peringatan kemenangan Perang Dunia II di Moskow. Namun, respons Ukraina justru menuntut gencatan senjata yang jauh lebih lama, yakni selama 30 hari.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, melalui akun X-nya mempertanyakan alasan Rusia menunggu hingga 8 Mei untuk memulai gencatan senjata. Menurutnya, jika Rusia sungguh-sungguh menginginkan perdamaian, penghentian tembakan seharusnya dilakukan segera. Sybiga menuliskan keheranannya, "Jika Rusia benar-benar menginginkan perdamaian, mereka harus segera menghentikan tembakan. Mengapa harus menunggu hingga 8 Mei?"

Gencatan Senjata 3 Hari? Ukraina Minta Lebih!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pengumuman gencatan senjata 3 hari ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah di empat provinsi Ukraina dan mengklaimnya sebagai wilayahnya sendiri, termasuk Krimea yang dianeksasi pada 2014. Pihak Rusia sendiri optimis Ukraina akan menerima tawaran gencatan senjata ini. Namun, mereka juga menegaskan akan memberikan balasan yang setimpal jika gencatan senjata dilanggar.

Sebelumnya, Putin menolak usulan gencatan senjata penuh dan tanpa syarat selama 30 hari dari Amerika Serikat yang telah disetujui Ukraina. Kiev dan sekutunya di Eropa pun mencurigai gencatan senjata 30 jam yang diumumkan Putin sebelumnya sebagai manuver semata, bukan niat tulus untuk perdamaian. Meskipun Rusia menyatakan kesiapannya bernegosiasi, persyaratan pengakuan atas klaim Rusia terhadap lima wilayah Ukraina, termasuk Krimea, menjadi batu sandungan utama. Ukraina dengan tegas menolak aneksasi tersebut sebagai perebutan wilayah ilegal.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peringatan Mengejutkan Trump Iran Dalam Bahaya

10-01-2026 - 23.00

Trump Bikin Dunia Bergetar Iran Korut Meksiko Greenland

10-01-2026 - 21.15

Iran Bergejolak Militer Turun Tangan

10-01-2026 - 21.00

Efek Penangkapan Maduro Puluhan Warga Nikaragua Ditahan

10-01-2026 - 18.45

Negeri Es Ini Tak Sudi Jadi Bagian Amerika Serikat

10-01-2026 - 18.00

Pyongyang Murka Drone Mata Mata Terungkap

10-01-2026 - 16.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.