Internationalmedia.co.id – News – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan pengerahan sementara personel Angkatan Udara ke Ekuador. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya intensif untuk memerangi perdagangan narkoba di salah satu pusat penyelundupan terbesar di Amerika Latin.
Penempatan pasukan ini bukan tanpa latar belakang. Ini terjadi di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Venezuela, negara produsen minyak yang pemimpinnya dituding terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba. Personel AS akan kembali menempati pangkalan udara Manta di Ekuador, lokasi strategis yang sebelumnya pernah menjadi markas AS selama satu dekade hingga tahun 2009.

Menariknya, keputusan ini datang setelah warga Ekuador pada November lalu secara tegas menolak upaya Presiden Daniel Noboa untuk mencabut larangan pangkalan militer asing di negaranya melalui referendum. Ini menunjukkan adanya dinamika internal yang kompleks terkait kehadiran militer asing.
Kedutaan Besar AS di Quito, ibu kota Ekuador, mengonfirmasi bahwa penempatan ini merupakan "operasi sementara bersama Angkatan Udara Ekuador di Manta."
Lebih lanjut, pihak kedutaan menjelaskan bahwa "upaya bersama jangka pendek" ini bertujuan untuk "meningkatkan kapasitas militer Ekuador dalam memerangi kelompok teroris narkoba." Ini mencakup penguatan kemampuan pengumpulan intelijen dan strategi anti-perdagangan narkoba, dengan tujuan melindungi baik Amerika Serikat maupun Ekuador dari ancaman bersama. Demikian dilaporkan kantor berita AFP, Kamis (18/12).
Presiden Ekuador Daniel Noboa, yang dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Trump di Amerika Latin, menyambut baik operasi ini. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut "akan memungkinkan kami mengidentifikasi dan memberantas rute perdagangan narkoba, serta menaklukkan mereka yang beranggapan bisa menguasai negara ini."
Secara geografis, pelabuhan Guayaquil dan Manta memang telah lama diidentifikasi sebagai jalur utama bagi kokain yang diproduksi di negara-negara tetangga seperti Kolombia dan Peru untuk diselundupkan ke pasar internasional.
Noboa, seorang politikus berhaluan kanan, secara konsisten berargumen bahwa Ekuador sangat membutuhkan dukungan internasional untuk menghadapi geng-geng kriminal yang saling berebut kendali atas rute-rute perdagangan narkoba di negaranya.
