Internationalmedia.co.id melaporkan eksekusi mati seorang pria di Iran yang dituduh menjadi mata-mata Israel. Mohammad-Amin Mahdavi Shayesteh dihukum gantung Senin (23/6) pagi atas tuduhan bekerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad, dan media Iran International yang berbasis di London. Otoritas Iran menyebut Iran International sebagai "organisasi teroris" dan terkait dengan Israel.
Shayesteh bukan satu-satunya yang dieksekusi. Majid Mosayebi juga bernasib sama pada Minggu (22/6) dengan tuduhan serupa. Kepala otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menegaskan akan mempercepat penanganan kasus-kasus serupa, terutama yang melibatkan dukungan terhadap Israel. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, yang telah berlangsung selama 11 hari.

Unjuk rasa besar-besaran tahun 2022 lalu, yang dipicu kematian Mahsa Amini, turut memperkeruh situasi. Iran International, yang kritis terhadap pemerintah, menjadi sasaran utama otoritas Teheran. Iran, menurut Amnesty International, merupakan negara dengan angka eksekusi mati tertinggi kedua di dunia setelah China. Meningkatnya aksi saling serang antara Iran dan Israel, termasuk keterlibatan AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, semakin memperburuk situasi dan memicu peningkatan penindakan terhadap mereka yang diduga agen Mossad. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang hak asasi manusia dan keadilan di Iran.
