Internationalmedia.co.id – News – Kabar duka menyelimuti Iran setelah Ali Larijani, politikus senior sekaligus Kepala Keamanan Iran, dilaporkan gugur dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Insiden tragis ini, yang terjadi saat Larijani mengunjungi putrinya di pinggiran timur Teheran, memicu gelombang kecaman keras dari dua kekuatan global, Rusia dan China, pada Kamis (19/3/2026).
Larijani, yang meninggal pada usia 67 tahun pada Selasa (17/3), dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam kancah politik Iran. Kematiannya, yang diklaim terjadi akibat pembunuhan oleh Israel melalui serangan udara saat kunjungan pribadi, telah dianggap sebagai tindakan provokatif yang tidak dapat diterima oleh banyak pihak.

Presiden Rusia Vladimir Putin segera menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam pesannya, Putin menyebut Larijani sebagai "sahabat sejati Rusia" yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran. "Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani," demikian kutipan pesan Putin yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB, sebagaimana dilaporkan oleh media berita Rusia termasuk kantor berita negara Tass, dan dilansir Anadolu pada Kamis (19/3/2026).
Tak kalah tegas, China juga mengutuk keras pembunuhan Larijani yang dituding dilakukan melalui serangan udara Israel. Beijing, yang merupakan mitra dekat Teheran namun juga pernah mengkritik serangan Iran terhadap negara-negara Teluk, menyatakan bahwa pembunuhan terhadap para pemimpin negara Iran adalah tindakan yang "tidak dapat diterima." Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers yang dilansir AFP pada Kamis (19/3), menegaskan, "Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima."
China telah berupaya menengahi konflik di kawasan tersebut, dengan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, yang baru-baru ini bertemu dengan para pejabat tinggi di seluruh wilayah. "China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," tambah Lin, menggarisbawahi kekhawatiran Beijing akan eskalasi lebih lanjut.
Kematian Ali Larijani bukan hanya kehilangan besar bagi Iran, tetapi juga menambah ketegangan di Timur Tengah, memicu reaksi keras dari kekuatan global yang menyerukan stabilitas dan penghentian kekerasan di tengah situasi yang semakin memanas.

