Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Dunia Bergolak Peringatan Irak Kabinet AS Retak
Trending Indonesia

Dunia Bergolak Peringatan Irak Kabinet AS Retak

GunawatiBy Gunawati21-04-2026 - 21.00Tidak ada komentar3 Mins Read1 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Internationalmedia.co.id – News melaporkan, lanskap global kembali diwarnai ketegangan dan gejolak pada Selasa (21/4/2026), dengan seruan mendesak dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad agar warganya segera meninggalkan Irak. Peringatan ini menjadi salah satu dari serangkaian peristiwa internasional yang menarik perhatian pembaca internationalmedia.co.id, mulai dari eksekusi mati di Iran, gempa dahsyat di Jepang, hingga guncangan di kabinet Presiden AS Donald Trump.

Kedutaan Besar AS di Baghdad memperbarui peringatan perjalanan (travel warning) ke Irak dengan nada yang sangat tegas. Washington menyerukan warga negaranya yang saat ini berada di Irak untuk segera angkat kaki dari negara tersebut. "Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," demikian bunyi peringatan keamanan yang dirilis, seperti dilansir Anadolu Agency. Ancaman ini didasari kekhawatiran bahwa kelompok milisi Irak yang bersekutu dengan Iran terus merencanakan serangan yang menargetkan warga negara AS dan kepentingan terkait Amerika di berbagai wilayah Irak.

Dunia Bergolak Peringatan Irak Kabinet AS Retak
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi di Timur Tengah semakin kompleks dengan pernyataan Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi. Ia menegaskan bahwa Iran tidak mempercayai negosiasi dengan Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri serangan AS-Israel, dan akan merespons keras setiap ancaman. Pernyataan ini muncul di tengah upaya mediasi Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan Teheran-Washington, sebelum berakhirnya gencatan senjata minggu ini. Mousavi menekankan bahwa Iran percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang, bukan pada perundingan dengan AS.

Di tengah ketegangan regional tersebut, Iran juga menjadi sorotan setelah otoritasnya mengeksekusi mati seorang pria. Pria yang diidentifikasi sebagai Amir Ali Mirjafari itu dinyatakan bersalah telah membantu pembakaran sebuah masjid besar di ibu kota Iran, Teheran. Laporan situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran, seperti dilansir AFP, menyebut Mirjafari juga dituduh berkolaborasi dengan Israel dan Amerika Serikat selama unjuk rasa yang berlangsung sebelum perang berkecamuk. Ia dihukum gantung pada pagi hari, setelah disebut memimpin jaringan badan intelijen Israel, Mossad, di salah satu area di Iran.

Beralih ke Asia Timur, Jepang dilanda gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 pada Senin (20/4) di perairan Pasifik di lepas pantai prefektur Iwate, Jepang utara. Guncangan dahsyat ini begitu kuat hingga terasa hingga gedung-gedung besar di ibu kota Tokyo, ratusan kilometer dari pusat gempa. Setidaknya enam orang dilaporkan terluka pada hari Selasa (21/4), sehari setelah gempa tersebut, yang juga memicu gelombang tsunami hingga 80 cm. Meskipun tidak ada kerusakan besar yang tampak, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan serius mengenai peningkatan risiko gempa super besar, yakni gempa dengan Magnitudo (M) 8,0 atau lebih kuat, yang berpotensi terjadi di masa depan.

Dari ranah politik Amerika Serikat, kabinet Presiden Donald Trump kembali diguncang dengan pengunduran diri Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Lori Chavez-DeRemer. Keputusan ini diumumkan setelah Chavez-DeRemer terseret serangkaian skandal, termasuk aduan soal perlakuan kurang pantas terhadap staf-staf perempuan muda. Mundurnya Chavez-DeRemer, seperti dilansir AFP, mengakhiri spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terakhir dan menambah daftar panjang pejabat tinggi wanita yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir, menyusul pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi.

Berbagai peristiwa ini, seperti dirangkum internationalmedia.co.id, menunjukkan dinamika kompleks dan tantangan yang terus-menerus dihadapi dunia internasional, baik dari ancaman geopolitik, bencana alam, hingga gejolak politik domestik.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Tepi Barat Berdarah Dua Nyawa Melayang

21-04-2026 - 23.15

Trump Ultimatum Iran Negosiasi Genting Dimulai

21-04-2026 - 23.00

Trump Minta Iran Bebaskan Delapan Wanita

21-04-2026 - 21.30

AS Batasi Informasi Vital untuk Korsel Mengapa

21-04-2026 - 21.15

UEA Pertimbangkan Usir Pangkalan AS Mengapa

21-04-2026 - 18.45

Netanyahu Terancam Ditangkap di Hungaria

21-04-2026 - 18.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.