Sebuah klaim mengejutkan datang dari Amerika Serikat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, dua individu yang disebut-sebut sebagai anggota keluarga mendiang jenderal top Iran, Qassem Soleimani, telah ditangkap oleh agen federal. Penangkapan ini terjadi menyusul pencabutan status izin tinggal permanen mereka, sebuah langkah drastis yang diumumkan pada kemarin malam.
Menurut pernyataan resmi dari Departemen Luar Negeri AS, individu yang ditangkap adalah Hamideh Soleimani Afshar, yang diidentifikasi sebagai keponakan Soleimani, beserta putrinya yang namanya tidak disebutkan. Keduanya kini berada dalam tahanan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), meskipun lokasi spesifik penahanan mereka belum diungkapkan.

Namun, klaim Washington ini segera dibantah keras oleh pihak Iran. Media-media Iran mengutip dua putri Soleimani, Zeinab dan Narjes Soleimani, yang secara tegas menolak adanya hubungan kekerabatan dengan individu yang ditangkap. "Klaim Departemen Luar Negeri AS adalah kebohongan: orang-orang yang ditangkap di Amerika Serikat tidak memiliki hubungan dengan keluarga," ujar Zeinab Soleimani kepada kantor berita Fars. Senada, Narjes Soleimani, anggota Dewan Kota Islam Teheran, menegaskan di televisi pemerintah bahwa "Hingga hari ini, tidak ada anggota keluarga maupun kerabat Syahid Soleimani yang tinggal di Amerika Serikat."
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait permintaan klarifikasi dari berbagai media. Sebagai konteks, Qassem Soleimani, yang merupakan komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad, Irak, pada Januari 2020, di tahun terakhir masa jabatan pertama Presiden Donald Trump.
Pencabutan status izin tinggal Hamideh Soleimani Afshar dijelaskan oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai respons terhadap aktivitasnya. Dikatakan bahwa ia adalah "pendukung vokal rezim totaliter dan teroris di Iran," berdasarkan pemberitaan pers dan komentar media sosialnya sendiri. Ia juga dituding "memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru" Ali Khamenei dan "mengecam Amerika sebagai ‘Setan Besar’."
Tidak hanya itu, suami Soleimani Afshar juga telah dilarang masuk ke Amerika Serikat. Kasus serupa juga menimpa putri dan menantu dari pejabat Iran lainnya yang tewas, Ali Larijani, mantan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang dilaporkan tewas pada 17 Maret dalam serangan Israel. Status hukum keduanya juga telah dicabut, dan mereka "tidak lagi berada di Amerika Serikat serta dilarang masuk di masa mendatang." Senator Marco Rubio, dalam unggahannya di X, menegaskan kembali sikap keras AS: "Pemerintahan Trump tidak akan membiarkan negara kita menjadi rumah bagi warga negara asing yang mendukung rezim teroris anti-Amerika."

