Warga Depok dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan tumpukan sampah menggunung dan mengeluarkan bau tak sedap di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tanah Baru, Beji. Pemandangan ini memicu keluhan dan keresahan di kalangan masyarakat sekitar. Menanggapi situasi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok telah bergerak cepat melakukan pengangkutan sampah secara bertahap, seperti yang dilaporkan oleh Internationalmedia.co.id – News.
Dalam rekaman video yang tersebar luas di berbagai platform media sosial, terlihat jelas gunungan sampah tersebut menjulang tinggi, bahkan melebihi tembok pembatas TPS. Lokasinya yang berada di pinggir jalan utama semakin memperparah kondisi, membuat warga sekitar tak hanya terganggu oleh pemandangan tak sedap, tetapi juga bau menyengat yang menyebar luas ke permukiman.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Nuraeni, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memulai proses pembersihan sejak Senin lalu. Saat dihubungi oleh internationalmedia.co.id pada Selasa (16/6), Reni menjelaskan bahwa penumpukan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh beberapa kendala operasional dan kondisi lapangan.
"Sudah (dibersihkan). (Kendala) Keterbatasan armada sehingga diberlakukan pengangkutan terjadwal terutama dari alat beratnya," ujar Reni. Keterbatasan jumlah kendaraan pengangkut sampah menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kelancaran proses pemindahan sampah dari TPS ke TPA.
Selain itu, Reni juga menyoroti volume sampah yang sangat tinggi sebagai faktor signifikan lainnya. TPS Tanah Baru berlokasi di area perlintasan dan permukiman padat penduduk, menyebabkan lonjakan volume sampah, terutama setelah hari libur atau akhir pekan. Kondisi ini diperparah dengan daya tampung TPS yang tidak seimbang dengan jumlah sampah yang masuk setiap harinya, sehingga TPS selalu terlihat penuh dan melebihi kapasitas.
Keterlambatan atau berkurangnya frekuensi pengangkutan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga turut memperburuk keadaan, di mana sampah yang masuk lebih banyak daripada yang bisa dikeluarkan. Tidak hanya itu, kendala operasional seperti kerusakan armada pengangkut juga turut menyumbang masalah. Reni menegaskan bahwa TPS memang hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara sebelum sampah diangkut ke fasilitas pengolahan atau pemrosesan akhir, bukan sebagai tempat pembuangan permanen.
Untuk mengatasi permasalahan yang kerap berulang ini, DLHK Depok berencana mengambil langkah-langkah strategis. "Perbaikan sistem pengangkutan, mendorong warga memilah dan mengolah sampah organiknya, koordinasi dengan kelurahan dan pihak RW RT setempat," papar Reni.
Reni menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama. "Karena persoalan sampah perlu kolaborasi dan kesadaran dari seluruh pihak," tutupnya, menyerukan partisipasi aktif dari masyarakat dan berbagai elemen pemerintah untuk menciptakan lingkungan Depok yang lebih bersih dan sehat.
