internationalmedia.co.id – Aksi penggeledahan mendadak dilakukan oleh satuan tugas khusus Densus 88 Antiteror di sebuah kawasan pemukiman padat penduduk di wilayah Parakan Saat, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat. Langkah tegas aparat kepolisian ini mengejutkan warga sekitar yang tengah menjalani aktivitas rutin di lingkungan tersebut.
Peristiwa yang berlangsung pada Jumat (2/10) ini bermula dari operasi penangkapan seorang pria yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan jaringan terorisme. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap pria tersebut dilakukan di jalanan, sebelum akhirnya petugas bergerak cepat menuju sebuah rumah kontrakan yang disinyalir menjadi tempat tinggal terduga pelaku.

Ketua RT setempat, Agus, memberikan kesaksian mengenai kronologi kejadian yang berlangsung cukup cepat tersebut. Menurut penuturannya, petugas tidak langsung mendatangi rumah, melainkan melakukan penangkapan terlebih dahulu di area publik sebelum melakukan penyisiran di dalam kediaman target.
"Jumat itu waktu penggeledahan dilakukan. Penangkapannya dilakukan di jalan, kemudian petugas langsung bergerak melakukan penggeledahan ke rumah," ujar Agus saat memberikan keterangan kepada awak media pada Minggu (4/10) pagi.
Saat petugas memasuki rumah kontrakan tersebut, suasana di dalam rumah tampak tegang. Agus menjelaskan bahwa di dalam bangunan tersebut tidak ditemukan sang pria yang menjadi target, melainkan hanya ada istri dan dua orang anak dari terduga pelaku. Kehadiran anggota keluarga yang tidak bersalah dalam proses penggeledahan ini menambah suasana mencekam di lokasi kejadian.
Dalam proses penyisiran barang bukti, petugas Densus 88 fokus mencari perangkat yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai aktivitas terduga pelaku. Agus yang turut mendampingi jalannya proses penggeledahan tersebut mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting.
"Petugas menyita beberapa barang elektronik. Ada flashdisk, kartu memori ponsel, hingga perangkat ponsel itu sendiri. Sejauh ini, barang-barang tersebut yang dibawa oleh petugas," tambah Agus.
Meskipun situasi sempat memicu rasa penasaran dan kekhawatiran warga, Agus menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menjalankan prosedur dengan baik. Sebelum melakukan tindakan penggeledahan di lapangan, aparat keamanan dilaporkan telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pengurus lingkungan setempat untuk memastikan transparansi dan ketertiban selama operasi berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait keterlibatan terduga pelaku dalam jaringan terorisme. Barang bukti elektronik yang disita diharapkan dapat mengungkap jejak digital dan komunikasi yang berkaitan dengan aktivitas terlarang yang dilakukan oleh tersangka. Warga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
