Internationalmedia.co.id – News – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Andre Rosiade, baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Pekanbaru. Bersama Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, ia meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Payung Sekaki. Peninjauan ini berlokasi di Jalan Demokrasi, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kunjungan tersebut memiliki tujuan ganda: memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah selaras dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), serta mengamati secara langsung dampak dari kebijakan evaluasi dan pembenahan yang sedang digalakkan pemerintah.

Dalam interaksinya dengan pengelola dapur, tenaga gizi, dan tim produksi makanan, Andre Rosiade memperoleh informasi bahwa dapur MBG Payung Sekaki telah aktif sejak 27 April 2026. Dapur ini melayani sekitar 1.384 penerima manfaat, meskipun sebelumnya sempat menjangkau lebih dari 1.500 siswa sebelum periode libur sekolah dan pembagian rapor.
Andre juga memastikan bahwa berbagai kebijakan baru BGN telah diterapkan secara optimal, termasuk penghentian sementara operasional dapur selama masa libur sekolah dan penyesuaian skema insentif. Kini, insentif dihitung berdasarkan jumlah penerima manfaat. "Ini menunjukkan bahwa BGN telah melakukan evaluasi, perbaikan, dan memastikan tidak ada kebocoran anggaran. Dulu insentif dipukul rata, sekarang disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat. Jika penerima manfaat seribu, maka hitungannya seribu kali Rp2.000. Tata kelola program menjadi lebih tepat dan lebih transparan," jelas Andre, seperti dilansir internationalmedia.co.id pada Jumat (19/6/2026).
Saat meninjau area produksi, Andre mengamati langsung seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan, sistem pengemasan, hingga menu yang disiapkan untuk para siswa. Ia secara khusus mengapresiasi standar dapur yang dinilainya telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN. Hal ini terlihat dari ruang penyimpanan bahan baku, area produksi, hingga pengawasan ketat oleh ahli gizi dan tenaga chef bersertifikat.
Perhatian khusus juga diberikan Andre terhadap keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok MBG. Ia memastikan bahwa ketentuan penggunaan minimal 15 vendor UMKM telah dijalankan oleh dapur tersebut. "Yang paling penting adalah perputaran ekonomi terjadi di masyarakat. Vendor-vendor UMKM harus terlibat sehingga manfaat program ini tidak hanya dirasakan siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga pelaku usaha kecil di daerah," tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar itu.
Kepada Wali Kota Pekanbaru, Andre Rosiade mengimbau agar seluruh dapur MBG di Kota Pekanbaru memprioritaskan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan dan kebutuhan operasional. "Pak Wali harus pastikan seluruh vendor dapur MBG berasal dari UMKM Pekanbaru. Jadi uang negara yang digunakan dalam program ini benar-benar berputar di masyarakat," ujarnya.
Setelah peninjauan, Andre menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tidak menutup mata terhadap berbagai kritik dan temuan terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, langkah refocusing dan audit yang dilakukan BGN merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola program unggulan tersebut. "Pemerintah Presiden Prabowo mendengarkan aspirasi masyarakat. Karena itu dilakukan evaluasi dan pembenahan besar-besaran agar tidak ada lagi kebocoran anggaran, program tepat sasaran, dan tata kelolanya semakin baik," kata Andre.
Ia juga menjelaskan bahwa selama masa libur sekolah, BGN akan melaksanakan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG di berbagai daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan seluruh operasional sesuai standar yang telah ditetapkan. Andre turut mengungkapkan bahwa pemerintah kini lebih memprioritaskan perluasan program ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok rentan guna mempercepat penurunan angka stunting. "BGN sedang melakukan refocusing agar program ini benar-benar menyentuh daerah yang paling membutuhkan. Yang ditertibkan adalah titik-titik yang berpotensi menimbulkan kebocoran. Ini bentuk komitmen pemerintah agar MBG semakin efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat luas," imbuhnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Andre menyatakan optimismenya bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan semakin baik ke depan. Ia menilai masyarakat di berbagai daerah, termasuk Pekanbaru dan Sumatera Barat, pada dasarnya mendukung keberlanjutan program tersebut karena manfaatnya dirasakan langsung oleh siswa dan keluarga penerima manfaat. "Alhamdulillah, yang saya temukan di lapangan, baik di Sumatera Barat maupun di Pekanbaru, masyarakat menginginkan MBG ini tetap dilanjutkan. Karena mereka merasakan manfaatnya secara langsung," tutup Andre.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan terima kasih kepada Andre Rosiade atas kunjungannya. Menurutnya, kehadiran Andre merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. "Terima kasih kepada Bang Andre Rosiade yang sudah datang langsung melihat pelaksanaan MBG di Pekanbaru. Kehadiran beliau tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memastikan program ini berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi anak-anak serta masyarakat," kata Agung.
Agung menegaskan Pemerintah Kota Pekanbaru mendukung penuh Program MBG untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Ia memastikan Pemko Pekanbaru siap bersinergi dengan pemerintah pusat, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pihak terkait guna menyukseskan program nasional Presiden Prabowo Subianto di Pekanbaru. "Program ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal. Kami akan terus mengawal agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," pungkasnya.
