Internationalmedia.co.id – Gelombang pemberantasan kejahatan terorganisir terus bergulir di Brasil. Setelah penggerebekan berdarah di Rio de Janeiro, kini giliran Sao Paulo menjadi fokus operasi besar-besaran untuk membongkar jaringan pencucian uang yang dilakukan oleh First Capital Command (PCC), salah satu kelompok kriminal terbesar di negara tersebut.
Operasi yang dilancarkan ini menyasar para pengusaha, influencer, hingga pengedar narkoba yang diduga terlibat dalam skema pencucian uang. Pihak berwenang bergerak cepat dengan mengeksekusi sembilan surat perintah penangkapan dan sebelas surat perintah penggeledahan di Campinas, tenggara Sao Paulo.

"Tujuan operasi ini adalah untuk memerangi pencucian uang oleh para tersangka yang menggunakan skema seperti mencampur dana hasil perdagangan narkoba dengan kegiatan bisnis yang sah," ungkap kantor kejaksaan dalam pernyataan resminya.
Selain penangkapan, sejumlah properti juga disita dan rekening bank dibekukan. Media lokal melaporkan bahwa operasi ini telah menghasilkan empat penangkapan dan satu tersangka tewas, meskipun detailnya belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, pada bulan Agustus, operasi serupa berhasil membongkar skema pencucian uang PCC dalam bisnis bahan bakar. Modusnya, sejumlah besar uang haram dicuci melalui SPBU dan kemudian dialihkan ke bank digital serta aplikasi pembayaran fintech.
Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan komitmennya untuk memberantas kejahatan terorganisir dengan memperkuat undang-undang dan memberikan hukuman yang lebih berat bagi para pelaku. "Kita tidak bisa menerima bahwa kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas penduduk, dan menyebarkan narkoba serta kekerasan di seluruh kota," tegas Lula.
PCC diduga telah mencuci hampir USD 10 miliar antara tahun 2020 dan 2024 melalui rantai produksi bahan bakar. Operasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah Brasil dalam memerangi kejahatan terorganisir hingga ke akar-akarnya.
