Internationalmedia.co.id melaporkan serangkaian peristiwa internasional yang menghebohkan dunia. Dari kerusuhan di Istanbul hingga manuver politik di Thailand dan pernyataan kontroversial Donald Trump, berikut lima berita utama yang perlu Anda ketahui.
Kerusuhan meletus di Istanbul, Turki, menyusul penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir LeMan. Aparat kepolisian terpaksa menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa yang berang. Kejaksaan Istanbul telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap para editor majalah tersebut atas tuduhan penghinaan terhadap nilai-nilai agama. Insiden ini terjadi Senin (30/6) dan dilaporkan oleh AFP pada Selasa (1/7/2025).

Di ranah politik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kejutan. Setelah puluhan tahun, Trump mencabut sanksi terhadap Suriah. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya sebagian besar sanksi sudah dicabut pada Mei lalu, merespon seruan Arab Saudi dan Turki pasca berakhirnya kekuasaan Presiden Bashar al-Assad. Trump mengakhiri "darurat nasional" yang diberlakukan sejak 2004 melalui perintah eksekutif.
Tegangnya situasi geopolitik juga ditandai dengan latihan perang dua kapal induk China di Samudra Pasifik. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menyebutnya sebagai latihan rutin, namun aktivitas militer Beijing ini menimbulkan kekhawatiran negara-negara tetangga. Latihan tersebut melibatkan kapal induk Liaoning dan Shandong, dan telah selesai serta kapal-kapal kembali ke pelabuhan.
Di Thailand, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra diskors dari jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi. Penangguhan ini berlangsung hingga Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan final terkait investigasi atas tindakan Paetongtarn dalam masalah diplomatik dengan Kamboja. Keputusan ini diambil setelah gugatan dari Senator Thailand yang menuduh pelanggaran etika.
Perseteruan antara Donald Trump dan Elon Musk kembali memanas. Trump mengancam bahwa Musk akan kembali ke Afrika Selatan jika subsidi federal AS untuk kendaraan listrik dikurangi. Trump menyebut Musk menerima subsidi lebih banyak dari siapa pun dan tanpa subsidi, bisnis Musk mungkin akan gulung tikar. Pernyataan ini disampaikan melalui media sosial dan dikutip oleh Anadolu Agency pada Selasa (1/7/2025).
