Kebakaran hutan yang melanda Turki telah memaksa lebih dari 50.000 warga untuk mengungsi. Internationalmedia.co.id melaporkan, Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) menyatakan bahwa evakuasi besar-besaran ini melibatkan 41 permukiman, sebagian besar di Provinsi Izmir. Angka ini merupakan dampak dari kebakaran yang meluas dan sulit dipadamkan.
AFAD, melalui pernyataan di media sosial X, menjelaskan bahwa 79 orang mengalami dampak asap dan masalah terkait kebakaran lainnya, namun kondisi mereka dilaporkan tidak serius. Sebanyak 42.300 pengungsi berasal dari Seferihisar, wilayah hutan dekat laut sekitar 50 kilometer barat daya Izmir. Menteri Pertanian dan Kehutanan Turki, Ibrahim Yumakli, mengungkapkan bahwa api mulai berkobar pada Minggu (29/6) siang dan menyebar cepat karena angin kencang mencapai 120 kilometer per jam.

Tayangan televisi menunjukkan betapa dahsyatnya kebakaran tersebut. Api membakar luas kawasan hutan, menghasilkan asap hitam membumbung tinggi ke langit. Rekaman NTV memperlihatkan setidaknya 20 rumah tinggal yang telah hangus terbakar hingga menyisakan dindingnya saja. Upaya pemadaman melibatkan lebih dari 1.000 personel, dibantu oleh pesawat pemadam kebakaran, 14 helikopter, dan 106 truk pemadam kebakaran.
Selain Izmir, 3.000 warga lainnya dievakuasi dari Manisa, sementara 1.500 orang mengungsi dari wilayah Hatay. Di Hatay, empat helikopter, 211 mobil pemadam kebakaran, dan 540 petugas berjuang memadamkan api sekitar 10 kilometer dari Antakya. AFAD juga mencatat 850 pengungsi dari dua kebakaran lain di Turki bagian barat laut.
Kementerian Pertahanan dan Kehutanan Turki mencatat telah terjadi 263 kebakaran hutan sejak Jumat (27/6). Sebanyak 259 kebakaran telah terkendali, namun empat kebakaran masih terus berkobar. Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS) mencatat kebakaran hutan telah menghanguskan hampir 19.000 hektare lahan di Turki sepanjang tahun ini. Para ahli mengaitkan peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dengan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
