Penulis: Gunawati

Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Angka kematian mengerikan muncul dari medan perang Ukraina. Internationalmedia.co.id melaporkan, seorang anggota parlemen Korea Selatan (Korsel), Lee Seong Kweun, mengungkap fakta mengejutkan terkait keterlibatan tentara Korea Utara (Korut) dalam konflik tersebut. Jumlah korban jiwa dari pihak Korut disebut sangat besar. Lee, yang juga anggota komite intelijen parlemen Korsel, mengungkapkan informasi tersebut kepada wartawan setelah menerima pengarahan dari badan intelijen negaranya. Menurut keterangannya, sekitar 600 tentara Korut tewas dalam pertempuran melawan pasukan Ukraina. Angka ini merupakan bagian dari total korban jiwa yang diperkirakan mencapai 4.700 personel, termasuk ribuan lainnya yang mengalami luka-luka. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Konfirmasi resmi keterlibatan pasukan Korut…

Read More

Internationalmedia.co.id memberitakan sebuah tragedi yang terjadi di Spanyol setelah pemadaman listrik massal melanda negara tersebut pada Senin (28/4). Tiga lansia ditemukan tewas di sebuah rumah di Taboadela, Galicia, wilayah barat laut Spanyol. Kematian mereka diduga akibat keracunan karbon monoksida. Petugas darurat menemukan jenazah ketiga lansia tersebut di dekat sebuah generator rumah tangga. Salah satu korban diketahui menggunakan generator untuk menjalankan mesin oksigen. Tingkat karbon monoksida yang tinggi terdeteksi di dalam rumah tersebut. Insiden ini menambah duka mendalam bagi keluarga korban dan menimbulkan pertanyaan serius terkait keamanan penggunaan generator selama pemadaman listrik. Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id Selain ketiga lansia tersebut, media…

Read More

Penangkapan warga negara China yang beroperasi dekat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Filipina menjelang pemilu sela menghebohkan. Internationalmedia.co.id melaporkan, pria tersebut tertangkap basah menggunakan alat pengintai canggih, IMSI catcher, yang mampu mencegat komunikasi seluler dalam radius hingga tiga kilometer. Penangkapan ini terjadi Selasa (29/4) lalu, bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, dua warga China lain juga ditangkap karena kasus serupa. Menurut juru bicara Biro Investigasi Nasional Filipina, Ferdinand Lavin, pria tersebut sudah tiga kali terlihat di sekitar kantor KPU. Ia juga diketahui mengunjungi lokasi-lokasi penting lainnya, termasuk Mahkamah Agung, Departemen Kehakiman, dan Kedutaan Besar AS di Manila. Lavin menambahkan, pria tersebut…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan, Korea Utara (Korut) baru-baru ini memamerkan kekuatan militernya dengan menggelar uji coba senjata di atas kapal perang terbarunya, Choe Hyon. Uji coba yang disaksikan langsung oleh pemimpin Korut, Kim Jong Un, ini melibatkan berbagai jenis senjata canggih. Laporan dari kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, menyebutkan uji coba tersebut berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa. Berbagai rudal, mulai dari rudal jelajah supersonik hingga rudal anti-pesawat, diluncurkan. Artileri kapal juga diuji coba dalam demonstrasi kekuatan ini. Kim Jong Un, dalam keterangannya, menekankan perlunya percepatan persenjataan nuklir di angkatan laut Korut untuk menjaga kedaulatan maritim dan pertahanan nasional. Ia…

Read More

Internationalmedia.co.id melaporkan, Perdana Menteri India, Narendra Modi, memberikan lampu hijau penuh kepada militernya untuk membalas serangan mematikan di Kashmir. Serangan yang terjadi sepekan lalu dan menewaskan banyak warga sipil itu, menurut New Delhi, didalangi oleh Pakistan. Pada Selasa (29/4), Modi menggelar rapat tertutup dengan para petinggi militer dan keamanan. Sumber senior pemerintahan India kepada AFP menyatakan Modi memberikan "kebebasan operasional penuh" untuk menentukan cara, sasaran, dan waktu serangan balasan. Ketegangan antara India dan Pakistan, dua negara bersenjata nuklir, meningkat tajam. Dunia internasional, termasuk Amerika Serikat dan China, mendesak kedua negara untuk menahan diri. Militer India melaporkan baku tembak berulang kali…

Read More