Pernyataan Menteri Kehakiman Israel, Yariv Levin, yang menyerukan pencaplokan Tepi Barat mendapat kecaman keras dari Arab Saudi. Internationalmedia.co.id melaporkan, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan kutukan atas pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran resolusi internasional. Pernyataan resmi Saudi yang dikutip dari Al Arabiya, Kamis (3/7/2025), tegas mengecam upaya Israel untuk menguasai wilayah Palestina tersebut.
Levin berargumen bahwa pencaplokan Tepi Barat merupakan kesempatan bersejarah yang krusial bagi keamanan Israel. Ia menyebut wilayah pendudukan itu sebagai "jantung dan sabuk pengaman" negara tersebut. "Waktunya untuk kedaulatan telah tiba," tegas Levin. Klaim ini bertolak belakang dengan data yang menunjukkan sekitar 770.000 pemukim ilegal Israel berada di Tepi Barat, tersebar di lebih dari 180 kompleks permukiman dan 256 pos terdepan. Pemerintah Israel sendiri baru-baru ini menyetujui pembangunan lebih dari 20 permukiman Yahudi baru di wilayah yang direbut pada tahun 1967 selama Perang Enam Hari tersebut.

Arab Saudi, melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri pada Rabu (2/7), sebelumnya telah menegaskan penolakan terhadap perluasan permukiman di tanah Palestina. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan hak-haknya, sesuai resolusi internasional dan Prakarsa Perdamaian Arab. Ini termasuk pendirian negara Palestina merdeka di perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Sikap tegas Saudi ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.
